Dampak Virus Corona, Omzet Pedagang di Pasar Cempaka Putih Anjlok

  • Oleh Teras.id
  • 04 April 2020 - 11:00 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang sayur di Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat rata-rata mengalami penurunan omzet sebesar 60 persen. Sepinya transaksi jual beli sejak pandemik Corona menjadi musababnya. 

Salah satu pedagang, Endih, menyatakan omzetnya turun, dari biasanya mengantongi Rp 5 juta menjadi hanya Rp 1,5 juta. "Orang yang ke pasar turun drastis, karena itu omzet turun 60 persen," Endih, Jumat, 3 April 2020.

Ia mengatakan berjualan jarak jauh melalui daring sudah dilakukan. Namun ia sering mengalami kendala, yakni saat mengirimkan pesanan ke pelanggan.

"Iya saya jualan jarak jauh. Kirim sendiri cuma kendalanya setiap masuk kompleks jadi susah karena portal ditutup. Apalagi kalau rumah pelanggan jauh dari pintu masuk kompleks," ujar Endih.

Dalam hal harga pangan, Endih mengungkapkan, harga komoditas cabai rawit merah di tempatnya naik karena petani gagal panen akibat cuaca yang buruk.

"Cabai rawit merah saya jual Rp 60 ribu per kilogram. Awalnya Rp 40 ribu per kg. Saya ngambil dari Cibitung, Cikarang," sebut Endih.

Harga komoditas bawang bombay turun dan Endih menjualnya Rp 100.000 per kg dari semula Rp 120.000 per kg. Selain itu, harga komoditas bawang putih Rp 60.000 per kg dan bawang merah Rp 50 ribu per kg.

Bila dibandingkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta tentang rata-rata harga pangan Maret 2020, untuk harga cabai rawit merah Rp 57.923 per kg. Selain itu, data BPS juga menyebut untuk komoditas bawang putih seharga Rp 44.465 per kg dan bawang merah Rp 51.128 per kg.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru