Buruh Sebut Sikap Jokowi Soal RUU Cipta Kerja akan Berubah

  • Oleh Teras.id
  • 23 April 2020 - 11:00 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait omnibus law Rancangan Undang-undang atau RUU Cipta Kerja akan berubah.

"Dalam sehari dua hari ini akan ada perubahan sikap dari Presiden yang akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh kepentingan semua pihak," kata Iqbal kepada Tempo, Rabu, 22 April 2020. Keyakinan ini berangkat setelah KSPI bertemu dengan Jokowi.

Said Iqbal bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu, 22 April 2020.

Andi Gani mengatakan, mereka secara terbuka telah menyampaikan kepada presiden bahwa serikat buruh menolak omnibus law klaster ketenagakerjaan. Mereka juga membahas rencana aksi Hari Buruh pada 1 Mei dan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Dan Presiden mendengarkan dan merespons dengan cukup baik. Kami menunggu saja pengumuman yang mungkin langsung disampaikan Presiden. Beliau akan menyampaikan langsung keputusan beliau mengenai omnibus law," ujar Andi Gani.

Iqbal mengatakan, pandangan kelompok buruh juga akan turut dipertimbangkan. "Termasuk pandangan kelompok buruh yang menolak omnibus law RUU Cipta, khususnya klaster ketenagakerjaan," katanya.

Namun, Iqbal enggan merinci lebih lanjut. Ia juga tak membantah atau membenarkan saat ditanya apakah Jokowi menyatakan bakal mencabut klaster ketenagakerjaan dari draf aturan sapu jagat itu.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru