Belajar Saat Pandemi Covid-19, Tujuh Tips Mendikbud bagi Para Pengajar

  • Oleh Teras.id
  • 04 Mei 2020 - 07:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia memaksa orang untuk berdiam di rumah sehingga tidak dapat lagi melakukan aktivitas seperti biasanya, termasuk menuntut ilmu ke sekolah bagi para murid. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa harus dilakukan dengan cara inovatif, salah satunya dengan melakukan proses belajar mengajar secara online

Pembelajaran online merupakan hal baru dan menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar murid, guru maupun orang tua. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan tujuh tips bagi pengajar baik guru maupun orang tua dalam menghadapi kondisi situasi krisis ini.

“Tips yang pertama dan ini yang terpenting, yaitu jangan stres,” ujar Mendikbud dalam video kanal YouTube yang disiarkan bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional 2020, Sabtu. 2 Mei 2020.  

Nadiem mengakui bahwa saat krisis ini merupakan masa adaptasi yang penuh kebingungan dan ketidakpastian. Banyak guru, orang tua, atau murid yang masih belum familiar terhadap teknologi. “Pasti tidak mudah dan ini normal,” ujarnya.

Namun cara terbaik, menurut Nadiem, adalah terus belajar hal baru dan mempelajari bagaimana metode yang terbaik.

Tips kedua yang bisa dicoba oleh para guru adalah membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil. 

Menteri mengatakan pembagian kelompok belajar tersebut bisa didasarkan atas kompetensi yang sama. Tidak semua murid memiliki kemampuan yang sebanding. Ada murid yang unggul di satu bidang, namun belum tentu  unggul di bidang lain. “Jadi, setiap kelompok belajar fokus pada topik yang paling menyulitkan atau topik yang paling menarik bagi mereka,” ujarnya.

Tips ketiga yang dipaparkan Menteri adalah guru bisa mencoba project based learning. Ia memaparkan bahwa dengan pembagian kelas menjadi kelompok yang lebih kecil, para pengajar bisa memberikan proyek penugasan kepada masing-masing kelompok murid. 

“Ini  menciptakan satu tantangan dan kolaborasi. Murid akan dipaksa untuk bekerja sama, yang akan melatih empati dan kemampuan mendorong sesama mereka,” kata Menteri.

Nadiem dalam hal ini juga meminta agar para pengajar tidak meremehkan kemampuan anak untuk mengatur dirinya. Menurut Nadiem, jika mereka saling bergantung pasti guru dan orang tua terkejut melihat level motivasi anak didik yang meningkat.

Berita Terbaru