Dua Hal Ini Jadi Babak Baru Pariwisata Bali

  • Oleh Teras.id
  • 23 Mei 2020 - 07:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku bisnis industri pariwisata memandang perubahan tren di Bali saat pandemi virus corona (Covid-19). Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, tren itu adalah klaster wisata dan protokol kesehatan.

"Strategi menggunakan klaster, misalnya Nusa Dua dibuka, jadi seperti karantina kawasan," katanya saat sesi bincang-bincang dalam seminar daring, Jumat, 22 Mei 2020.

Adnyana menjelaskan, dengan sistem klaster itu wisatawan tetap bisa menikmati pelesiran, tapi hanya di area tertentu saja. Menurut dia, cara itu setidaknya untuk menguji kesiapan pariwisata dalam situasi pandemi sekarang ini.

"Kalau itu berhasil, dicoba untuk tempat lain. Karena, enggak ada teori yang pasti tentang ini," ujarnya.

Ketika pariwisata Bali memasuki babak baru dalam pandemi, Adnyana ingin aspek kesehatan diutamakan. Hal itu, kata dia, berkaitan juga dengan kesan tentang Bali. Menurut dia, strategi klaster dianggap bisa diterapkan bersamaan dengan protokol pencegahan Covid-19.

"Kami sedang persiapan, stakeholder (pemangku kepentingan) sudah menyetor protokol masing-masing," katanya. Saat ini, ia menambahkan terkait protokol itu masih dalam proses. "Mudah-mudahan setelah Lebaran sudah siap semuanya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan pembayaran non-tunai juga menjadi bagian babak baru pariwisata. "Menggunakan berbagai macam pembayaran e-commerce (perdagangan elektronik), semua harus ada yang audit. Kami tinggal menunggu persiapan," katanya.

TERAS.ID

Berita Terbaru