Ada Kabar Boikot Pasokan Ayam dari Banjar, Anggota Dewan Dukung Keputusan Pemerintah

  • Oleh Testi Priscilla
  • 27 Mei 2020 - 10:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota dewan tetap mendukung keputusan pemerintah dalam memperketat aturan keluar dan masuk ke Kota Palangka Raya. Saat ditanya terkait beredarnya kabar rencana boikot sopir pemasok daging ayam ras dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan ke Palangka Raya bahkan Kalimantan Tengah secara keseluruhan, dia belum mengetahuinya. 

"Maaf info boikot dari mana Karena untuk distribusi makanan tidak akan dipersulit, dari mana pun itu," kata Wakil Ketua II Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Shopie Ariany Sitorus kepada Borneonews pada Rabu, 27 Mei 2020.

Menurut Shopie, sebenarnya tidak ada yang dipersulit karena aturan itu jelas untuk semua kendaraan barang yang masuk dan keluar.

"Aturannya kan sama, jadi tidak bisa disebut mempersulit juga. Kalau mempersulit itu, yang untuk bawa ayam misalnya dimintai syarat macam-macam yang tidak sesuai ketentuan. Kalau ini kan sesuai ketentuan dan sama saja dengan angkutan pangan lainnya," tegas Shopie lagi.

Dirinya mengatakan bahwa yang penting sopirnya menjalankan protap covid-19, pasti akan dibiarkan petugas untuk lewat.

"Mau tidak mau sopir harus mau jalankan test, demi kesehatan warga Kalteng. Kan ketentuan itu sama saja untuk semua, jadi jangan keberatan. Ikuti saja aturannya," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Perunggasan Indonesia atau Pinsar Kalteng, Andi Bustan mengatakan bahwa ada ancaman boikot dari para sopir peternak ayam di Kalimantan Selatan untuk tidak memasok ayam potong ke Kalteng.

"Ini karena pengetatan penjagaan posko Covid-19 di perbatasan Kalteng, akibatnya sopir mengancam boikot," kata Andi. (TESTI PRISCILLA/B-7)

Berita Terbaru