Penyebaran Covid-19 Berdampak pada Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi Domestik

  • Oleh Testi Priscilla
  • 03 Juni 2020 - 16:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang dalam diseminasi perkembangan perekonomian terkini Kalimantan Tengah melalui siaran live youtube pada Rabu, 3 Juni 2020, mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 juga berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik.

"Perlambatan ekonomi global dan penyebaran Covid-19 di dalam negeri berdampak pada pertumbuhan ekonomi domestik yang diprakirakan akan menurun. Ekspor 2020 diprakirakan menurun akibat melambatnya permintaan dunia, terganggunya rantai penawaran global, serta rendahnya harga komoditas global," kata Yudo.

Sementara itu, lanjutnya, pembatasan sosial dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 berdampak pada pendapatan masyarakat dan produksi sehingga menurunkan prospek permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat diprakirakan terutama terjadi pada triwulan II dan triwulan III tahun 2020 sejalan dengan prospek kontraksi ekonomi global dan juga dampak ekonomi dari upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di domestik," tutur Yudo lagi.

Perekonomian nasional diprakirakan kembali membaik mulai triwulan IV 2020 dan secara keseluruhan 2020 dapat menuju 2,3% serta akan meningkat lebih tinggi pada 2021.

"Konsumsi rumah tangga diprakirakan tumbuh lebih rendah. Perlambatan konsumsi rumah tangga disebabkan oleh turunnya pendapatan masyarakat di tengah pembatasan sosial dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19," tambahnya.

Kebijakan pembatasan tersebut menurut Yudo antara lain dalam bentuk social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di beberapa wilayah, berdampak pada melambatnya aktivitas ekonomi, termasuk produksi barang dan jasa. Hal tersebut berdampak pada berkurangnya permintaan tenaga kerja sehingga menurunkan pendapatan masyarakat.

"Perlambatan ekonomi terjadi di semua wilayah, dengan yang terdalam di Jawa dan Balinusra. Hanya dua provinsi yang mencatat kenaikan pertumbuhan ekonomi, yakni Kalimantan Selatan dan Papua, yang disebabkan oleh perbaikan kinerja pertambangan," terangnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)

Berita Terbaru