Yudo Herlambang Sebut Ekonomi Kalteng Mengalami Perlambatan

  • Oleh Testi Priscilla
  • 03 Juni 2020 - 16:10 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang menyebut, ekonomi Kalteng mengalami perlambatan di masa pandemi Covid-19.

"Perekonomian Kalteng tumbuh positif sebesar 2,95% (yoy) di triwulan I 2020, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,02% (yoy)," kata Yudo dalam diseminasi perkembangan perekonomian terkini Kalimantan Tengah melalui siaran live youtube pada Rabu, 3 Juni 2020.

Perlambatan ini menurut Yudo utamanya disebabkan kinerja pertanian dan industri pengolahan yang melambat, serta terkontraksi atau menurunnya kinerja konstruksi.

"Kinerja ekspor juga mengalami kontraksi disebabkan melemahnya harga batu bara global, dan ekspor CPO ke Tiongkok yang terhambat dampak lockdown," tuturnya.

Di Pulau Kalimantan, lanjutnya, ekonomi Kalteng berada di urutan ketiga setelah Kalsel pada urutan pertama yang ekonominya tumbuh meningkat, dan Kaltara pada urutan kedua yang ekonominya tetap tumbuh tinggi, meskipun sedikit mengalami perlambatan.

"Pangsa ekonomi di Pulau Kalimantan masih didominasi oleh Kaltim, dengan peran besarnya sebagai produsen utama barang tambang dan energi di Indonesia. Kalteng memiliki pangsa sebesar 11,79% atau hanya berada satu level di atas Kaltara sebagai provinsi termuda di Pulau Kalimantan," jelas Yudo. (TESTI PRISCILLA/B-7)

Berita Terbaru