Ekonomi Kalimantan Tengah Masih Bergantung Sumber Daya Alam

  • Oleh Testi Priscilla
  • 03 Juni 2020 - 17:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan  ekomomi Kalteng masih bergantung pada sumber daya alam atau SDA.

"Pada triwulan I 2020, ekonomi Kalteng masih tumbuh ditopang oleh SDA, utamanya oleh perkebunan dan industri kelapa sawit yang memiliki pangsa 36%, dan pertambangan batu bara yang memiliki pangsa 12% terhadap perekonomian Kalteng," kata Yudo melalui siaran live youtube, Rabu, 3 Juni 2020.

Lambannya produksi Tandan Buah Sawit atau TBS dan Crude Palm Oil atau CPO pada triwulan I 2020 menjadi penyebab melambatnya kinerja pertanian dan industri pengolahan.

"Di samping itu, kegiatan konstruksi secara umum mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pembatasan aktivitas masyarakat termasuk kegiatan konstruksi, dan realokasi anggaran proyek menjadi penyebab menurunnya kinerja sektor ini," jelas Yudo.

Masih terkonsentrasinya ekonomi Kalteng terhadap SDA juga nampak dari komposisi modal asing yang masuk pada triwulan I 2020, yang masih didominasi pertambangan untuk modal asing, dan pertanian/perkebunan kelapa sawit untuk modal domestik.

"Tingginya aliran modal asing ke pertambangan berhubungan dengan komoditas batu bara yang umumnya diproduksi untuk di ekspor ke LN. Sementara kepemilikan perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit yang umumnya dimiliki pengusaha domestik menjadi penyebab besarnya andil modal domestik dalam perkebunan kelapa sawit," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru