Fakta-fakta Kesaksian Satpam PDIP Penelepon Harun Masiku

  • Oleh Teras.id
  • 12 Juni 2020 - 09:16 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Sidang perkara suap terdakwa eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan terus bergulir di di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Kemarin, Kamis, 11 Juni 2020, Jaksa menghadirkan saksi anggota satuan pengamanan Kantor DPP PDIP, Nurhasan.

Kesaksiannya terbata-bata dan sering menyatakan lupa pembicaraannya dengan Harun Masiku, tersangka penyuap Wahyu Setiawan yang masih buron.

Jaksa harus membacakan keterangan Nurhasan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidikan di KPK untuk mengkonformasi kesaksiannya.

Berikut fakta-fakta kesaksian Nurhasan dalam sidang tersebut:

1. Ponsel Hilang Petugas Satpam Kantor DPP PDIP Nurhasan mengatakan ponselnya hilang saat sedang jalan-jalan di Car Free Day.

Ponsel itu yang digunakannya untuk menelepon buronan KPK, Harun Masiku. Nurhasan mengatakan dia baru menyadari telepon genggamnya hilang ketika sampai di rumah.

Dia mengakui pernah menghubungi nomor ponselnya namun sudah tidak aktif. "Hilang, Pak. Kalau enggak salah lagi Car Free Day," kata Nurhasan saat bersaksi dalam sidang melalui lewat telekonferensi video pada Kamis, 11 Juni 2020.

2. Didatangi Dua Pria Tegap Tak Dikenal Nurhasan menyatakan dia didatangi dua pria tegap tak dikenal pada 8 Januari 2020, hari yang sama dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang gagal mencokok Harun Masiku.

Kedua pria itu meminta Nurhasan menelepon seseorang yang belakangan diketahui adalah Harun Masiku. "Mereka agak tinggi, agak gemuk, dedeg-lah," kata Nurhasan.

Majalah Tempo edisi 11 Januari 2020 menceritakan bahwa Nurhasan diduga mengantarkan calon legislatif PDIP Harun Masiku ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) saat OTT KPK pada 8 Januari 2020.

Nurhasan pun diduga memerintahkan Harun untuk membuang ponselnya. Di PTIK, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tim KPK yang ingin menangkap Harun diduga dihalangi sejumlah anggota polisi. Tim KPK gagal menangkap Harun.

Berita Terbaru