OTG di Murung Raya Jadi 614 Orang, Reaktif Rapid Test 71 Orang

  • Oleh Trisno
  • 13 Mei 2020 - 17:27 WIB

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kondisi penyebaran penularan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Murung Raya (Mura) terus mengkhawatirkan, dimana angka positif Virus Korona terus bertambah di Bumi Tana Malai Tolung Lingu tersebut dan saat ini tembus di angka 38 orang dan dua diantaranya dinyatakan sembuh.

Informasi yang cukup mengkhawatirkan lainnya adalah dari hasil tracking ketat yang dilakukan, angka Orang Tanpa Gejala (OTG) melonjak tajam, dan kini mencapai angka 614 orang, da nada sebanyak 71 orang yang berstatus OTG dinyatakan reaktif saat dilakukan Rapid Test.

Sebagaimana disampaikan Bupati sekaligus ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mura, Drs. Perdie M. Yoseph MA saat menggelar konfrensi pers, Selasa (12/5) sore, peningkatan OTG tersebut dikarenakan tracking secara terus menerus oleh petugas medis dilapangan.

Dan OTG merupakan warga yang memiliki kontak erat dengan pasien Positif, dan sebagian besarnya dinyatakan reaktif terhadap Rapid Test.

“Dari 71 reaktif rapid test tersebut, ada sebanyak 54 orang yang sudah dilakukan Swab untuk tes PCR, dan saat ini masih menunggu hasilnya. Mudah mudahan tidak ada penambahan lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Mura” katanya.

Bupati menyadari bahwa kondisi di Kabupaten Mura saat ini menjadi sorotan dan menjadi kedua terbanyak di Kalteng setelah Palangka Raya khususnya jumlah terkonfirmasi Positif. Itu menandakan penularan sudah cukup meluas dan telah terjadi transmisi local.

Dan yang paling banyak terjadi di dua desa yang bersebalahan, yaitu di Desa Mangkahui dan Desa Dirung Lingkin selain terjadi juga di Puruk Cahu, Muara Tuhup, dan Muara Bakanon.

Seluruh pasien terkonfirmasi positif, khususnya yang mengalami transmisi local terangkit seluruhnya dari cluster Gowa yang menjadi awal ditemukannya warga positif Covid-19 di Mura.

Yang lebih miris, dari sebanyak 38 terkonfirmasi Positif, ada salah satunya adalah anak berusia 9 tahun jenis kelamin perempuan, dan itu transmisi local dari orang tuanya yang merupakan pasien 03.

"Kondisi ini cukup membuat kami sedih, namun upaya demi upaya terus dilakukan dan optimis penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mura bisa turun dan kedepan Mura bebas dari Pandemi. Dan semua itu terwujud akalau ada usaha bersama semua elemen termasuk masyarakat” kata Bupati. (Trs/B-5)

Berita Terbaru