Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lebong Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Teleskop di Cile Tangkap Gambar Detil Nebula Kupu-kupu Ini

  • Oleh Teras.id
  • 10 Agustus 2020 - 06:30 WIB

TEMPO.COJakarta - Membangun rupa sebuah kupu-kupu dengan strukturnya yang simetris, warna-warnanya yang cantik, dan polanya yang sangat detail, kumpulan gas yang diberi nama NGC 2899 ini terlihat dalam gambar baru yang dihasilkan teleskop jenis Very Large Telescope (VLT) milik Europe Southern Observation (ESO).

Obyek ini atau yang sejenisnya belum pernah tertangkap dalam detail setajam yang dipublikasikan pada awal Agustus 2020 itu.

Gas yang mengembang membentuk rupa kupu-kupu di alam raya itu bisa berjarak hingga dua tahun cahaya dari titik pusatnya. Mereka berkilau terang di hadapan bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti seiring gas mencapai temperatur lebih dari puluhan ribu derajat.

Suhu yang tinggi terjadi karena radiasi yang sangat besar dari nebula bintang induknya, menyebabkan gas hidrogen dalam nebula terluar berkilau dalam halo kemerahan di sekitar gas oksigen yang biru. Nebula adalah pendaran gas berbentuk cincin di sekeliling bintang yang menua.  

Obyek ini, NGC 2899, berlokasi antara 3.000 dan 6.500 tahun cahaya jauhnya dari Bumi, tepatnya di konstelasi Vela (The Sails). NGC 2899 memiliki dua bintang di intinya yang diyakini memberikan penampakan kupu-kupu yang hampir simetris tersebut.

Setelah satu bintang sampai ke akhir hidupnya dan meluruhkan lapisan terluarnya, bintang yang lain kini mengintervensi dengan pendaran gas-nya, menghasilkan bentuk dua bilah sayap pada NGC 2899. Hanya sekitar 10–20% nebula cincin dari bintang yang menua yang menunjukkan tipe bentuk bipolar seperti itu.

Astronom mampu menangkap gambar nebula tersebut dengan detail tinggi menggunakan instrumen FORS yang dipasang di UT1 (Antu), satu dari empat teleskop 8,2 meter yang membangun VLT milik ESO di Cile. Berasal dari akronim untuk FOcal Reducer and low dispersion Spectrograph, instrumen optis yang diklaim beresolusi tertinggi di dunia saat ini tersebut adalah satu di antara yang pertama yang dipasang dan berada di balik sejumlah temuan dan gambar indah dari ESO.

Dikombinasikan dengan interferometer, alat itu bisa mengiluminasi 25 kali lebih halus daripada teleskop individual. Alat itu menambah ketajaman VTL di observatorium yang ditanam di pegunungan di Cile itu. VTL sendiri bisa melihat benda langit yang empat miliar kali lebih pudar daripada yang bisa dilihat mata manusia.

Hasilnya, FORS telah berkontribusi kepada observasi-observasi cahaya dari sebuah sumber gelombang gravitasi, penelitian asteroid antarbintang yang pertama dikenal, dan studi mendalam fisika di balik formasi nebula bintang menua yang kompleks.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru