Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Minahasa Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Seluk-beluk Perlunya Protokol Korban Gigitan Ular

  • Oleh ANTARA
  • 26 September 2020 - 16:30 WIB

BORNEONEWS, Jakarta  - Peristiwa seseorang digigit ular yang akhirnya tidak tertolong sehingga meninggal dunia, dan juga ada yang selamat jiwanya karena mendapatkan pertolongan lebih awal, adalah fakta kehidupan yang terjadi hingga hari ini.

Kondisi itu, terjadi tidak saja pada situasi normal, namun belakangan juga muncul pada pascabencana.

"Banyak kasus orang yang digigit ular weling tidak terselamatkan,” kata Tri yang saat ini juga sedang menjabat sebagai Presiden Toxinology Society of Indonesia.

Kementerian Kesehatan (https://www.kemkes.go.id) menyebutkan pascatsunami di sebagian wilayah Provinsi Banten dan Provinsi Lampung pada 28 Desember 2018 muncul sekurangnya 14 kasus gigitan ular.

Belasan kasus tersebut dirujuk Kemenkes dari dokter spesialis kedaruratan, Dr dr Tri Maharani, M.Si. Sp. Em, yang kala itu bersama dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga telah melakukan pelatihan penatalaksanaan korban gigitan ular kepada tenaga kesehatan di pengungsian, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, RS Berkah, dan RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Serang, Banten.


Kasus di Puskesmas Munjul ada tiga, Puskesmas Labuhan (2), Puskesmas Panimbang (1), di puskesmas lain (3), Rumah Sakit Berkah (1), dan Puskesmas Cibitung (4).

"Jadi total 14 kasus," kata Maha, panggilan karib Tri Maharani, penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kasus gigitan ular, yang pernah terlibat dalam pembuatan panduan Manajemen Gigitan Ular (Management of Snakebites) itu.

Ancaman gigitan ular pascabencana, menurut Tri Maharani yang menjabat Kepala Departemen Gawat Darurat Rumah Sakit Daha Husada, Kediri, Jawa Timur itu, berdasarkan hasil riset selama enam tahun yang dilakukannya, menunjukkan bahwa setiap bencana ada ancaman gigitan ular.

Ia mengatakan pada setiap bencana ada risiko gigitan ular, seperti saat banjir di Sampang, gempa di Lombok, meletusnya Gunung Raung yang secara administratif masuk dalam tiga kabupaten, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember (Jatim), Gunung Merapi (Yogyakarta dan Jateng), serta Gunung Agung (Bali) dan lainnya.

Berdasarkan riset tersebut, ia sudah memperkiranan akan ada kasus gigitan ular usai tsunami yang melanda Banten, di mana sejak 22-31 Desember 2018 ada 14 kasus gigitan ular tersebut.

Berita Terbaru