Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Labuhanbatu Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini Tiga Kunci Berita Dapat Dipercaya

  • Oleh Testi Priscilla
  • 22 Oktober 2020 - 18:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun mengatakan, kunci berita dapat dipercaya harus akurat, benar, dan terkonfirmasi.

"Akurasi, kebenaran informasi, konfirmasi merupakan kata kunci agar sebuah berita dapat dipercaya. Kalau belum dapat data, mungkin lebih baik ditunda daripada kualitas beritanya buruk," kata Hendry Ch Bangun dalam Fellowship Journalist Batch II yang dilaksanakan secara virtual atas kerjasama Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa atau JProf dan BPDP-KS di bawah Kementerian Keuangan pada 21 - 22 Oktober 2020.

"Terkadang apabila berita keluar di media asing, media dalam negeri segera menangkap dan memberitakannya tanpa uji informasi. Suatu hal yang keliru," tambahnya.

Begitu pula ada pakar asing, lanjutnya, dari lembaga atau perguruan tinggi yang bersuara, dianggap pasti benar.

"Sebaiknya pers mengecek afiliasi, rekam jejak, termasuk kaitan ahli itu dengan organisasi atau lembaga, untuk melihat objektivitas opininya. Bahkan di Australia, mantan Perdana Menteri Kevin Rudd, 11 Oktober lalu membuat petisi untuk menyelidiki media Rupert Murdoch dalam menguasai opini publik di negara itu. Sudah 245.000 yang mendukung agar kekuasaan Murdoch dibatasi," jelasnya.

Banyak diketahui, media Murdoch membuat berita tergantung selera bossnya. Di Australia di anti buruh. Di Hongkong, dengan South China Morning Post, dia pro Partai Komunis Cina. Di Amerika dengan The

New York Post, dia anti Joe Biden dan partai Demokrat. Dia tidak berpihak pada tanah airnya, tetapi kepentingan bisnisnya, ini bedanya dengan di Indonesia yang punya Undang-Undang Pers.

"Pers Indonesia, meskipun secara umum sama dengan jurnalisme pada umumnya yang ada berbagai negara di dunia, memiliki nilai tersendiri, sebagaimana diamanatkan dalam UU Pers no 40/1990. Sudut pandang berita kita harus berorientasi pada keIndonesiaan. Apa yang terbaik bagi Tanah Air, bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Kita membuat berita bukan untuk menyenang-nyenangkan orang lain, lembaga lain sambil pura-pura tidak tahu kondisi di dalam negeri," bebernya.

Sebaliknya, lanjut Hendry lagi, wartawan diharapkan bisa melakukan kritik sesuai tugas yang diberikan ke pers nasional, tetapi tetap sebagai kontrol dan tujuan memberi solusi. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru