Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pasaman Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Begini Kata Paulus Tjakrawan Terkait Keunggulan Biodiesel

  • Oleh Testi Priscilla
  • 26 Oktober 2020 - 02:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia atau Aprobi, Paulus Tjakrawan dalam kegiatan Fellowship Journalist Batch II yang dilaksanakan secara virtual atas kerja sama Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa atau JProf dan BPDP-KS di bawah Kementerian Keuangan pada Rabu-Kamis, 21-22 Oktober 2020 menjelaskan keunggulan biodiesel.

Mulai dari keunggulan lingkungan, ketahanan energi hiingga keekonomian. "Keunggulan di bagian lingkungan, biodiesel ini sifatnya biodegradable, lebih tidak beracun dibandingkan solar, serta bebas Sulphur," kata Paulus dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, lanjutnya, biodiesel diproduksi dari tumbuhan atau tanaman yang berkesinambungan, dalam hal ini dari kelapa sawit. Selain itu, biodiesel juga menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih kecil dari penggunaan solar, dan mengurangi polusi.

"Tahun 2019, Biodiesel Indonesia telah berhasil mengurangi emisi dari minyak solar sebesar 45% atau setara dengan ~17,5 Juta Ton CO2 Equivalent," tuturnya menyampaikan fakta.

Sementara keunggulan dari sisi ketahanan energi, Paulus menjelaskan bahwa biodiesel mampu mengurangi ketergantungan impor bahan bakar. Pemakaian bahan bakar di Indonesia sekitar 1,4 Juta Barel per hari, sedangkan Indonesia menghasilkan hanya 778 ribu barel per hari. Tahun 2019, produksi Biodiesel untuk domestik sebesar 6,39 Juta Kl ~ 40 juta Barel (~51 Hari Produksi Minyak Indonesia).

"Dari sisi keekonomian tentu saja ini dapat mengentaskan kemiskinan dan memberikan lapangan kerja sekitar 650 ribu petani-pekerja Sawit di sektor hulu. Indonesia juga mampu menghemat devisa sekitar 50 Triliun Rupiah pada 2019 ~ 3,34 Miliar US$. Dapat diproduksi dimana saja asal ada bahan bakunya," bebernya.

Potensi lainnya, tambah dia, misalnya dari minyak kelapa seperti yang dikembangkan di Philippines, Indonesia berpotensi memiliki 2,5 juta kl per tahun atau 3,2 juta ton Kopra dengan rendemen sekitar 68 persen. (TESTI PRISCILLA/B-7)

Berita Terbaru