Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Jember Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Cina Tangguhkan Sejumlah Penerbangan Asing, 2 dari Indonesia

  • Oleh ANTARA
  • 20 November 2020 - 00:00 WIB

BORNEONEWS, Wuhan - Badan Penerbangan Sipil Cina (CAAC) menangguhkan sejumlah penerbangan dari luar negeri, termasuk dua di antaranya dari Indonesia, setelah beberapa hasil tes usap beberapa penumpangnya positif COVID-19.

Dalam keterangan tertulisnya yang beredar di sejumlah media Cina, Kamis 19 November 2020, CAAC menyebutkan 6 penumpang pesawat Sriwijaya Airlines nomor penerbangan SJ-3124 dari Jakarta ke Wuhan pada 6 November hasil tes usapnya positif.

SJ-3124 merupakan bentuk penghargaan atas minimnya kasus positif pada pesawat Sriwijaya Airlines nomor penerbangan SJ-3184 dari Jakarta ke Hangzhou.

Namun karena ada kasus positif pada SJ-3124, maka SJ-3184 penerbangan di jalur Jakarta-Hangzhou ditangguhkan selama sepekan, terhitung mulai Senin (23/11/2020). Lalu SJ-3124 sendiri dibatalkan.

Pada 6 November juga pesawat Air French nomor penerbangan AF-198 dari Paris ke Pudong Shanghai kedapatan enam penumpangnya positif sehingga dikenai sanksi penangguhan selama sepekan mulai Senin (23/11).

Penangguhan selama sepekan juga dialami KL-831 (Amsterdam-Hangzhou) dan PK-854 (Islamabad-Xi'an). Eithiopian Airlines nomor penerbangan ET-606 (Addis Ababa-Guangzhou) pada 7 November membawa 15 penumpang positif sehingga dikenai sanksi penangguhan selama empat pekan mulai Senin depan.

Air Cina nomor penerbangan CA-722( Minsk-Zhengzhou) dikenai sanksi penangguhan sepekan karena membawa enam penumpang positif. CAAC memberlakukan penghargaan dan sanksi bagi penerbangan dari luar negeri.

Penghargaan berupa penambahan jadwal penerbangan jika tidak ada penumpang positif dalam penerbangan sebelumnya.

Sebaliknya sanksi diberikan jika hasil tes usap salah satu penumpang setibanya di bandara Cina menunjukkan hasil positif.

Mulai 5 November, Kedutaan Cina di Indonesia memberlakukan dua kali tes usap, masing-masing 72 jam dan 36 jam sebelum terbang, ditambah tes lgM 48 jam sebelum terbang.

Berita Terbaru