Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kab. Pekalongan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Suami Gantung Diri Setelah Bunuh Istri di Petuk Katimpun

  • Oleh Rokim
  • 24 Februari 2021 - 03:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peristiwa berdarah terjadi di RT 003 RW 001, Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya. Seorang suami nekat membunuh istri, Selasa malam 23 Februari 2021 sekitar pukul 24.00 WIB.

Tragisnya lagi, setelah mengeksekusi istri, kemudian sang suami nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sang istri bersama Ririn Amalia (30 tahun), sedangkan suaminya bernama Anang Syahrani (49 tahun).

Peristiwa ini baru diketahui aparat sekitar pukul 01.00 WIB setelah seorang warga RT 003 Petuk Katimpun bernama Ahmad Jailani melaporkan kejadian ini petugas jika di wilayah Petuk Katimpun telah terjadi kasus pembunuhan.

Sementara itu berdasarkan keterangan warga sekitar, indikasi kejadian ini diperkirakan karena cekcok rumah tangga. Saat ini kasus pembunuhan ini sudah ditangani Polsek Pahandut.

Saat di lokasi, Kapolsek Pahandut Kompol Edia Sutaata mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih banyak kepada media, karena tim inavis masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.

Kondisi korban atau istri yang dibunuh suaminya berada di kamar sebelum dievakuasi tim Inavis
Kondisi korban atau istri yang dibunuh suaminya berada di kamar sebelum dievakuasi tim Inavis

"Apakah ini masuk dalam kasus KDRT ataukah pembunuhan atau bunuh diri karena tim kita masih bekerja," sebutnya.

Sementara itu Zainudin S Udang, warga RT 003 menuturkan kejadian pembunuhan ini baru diketahui setelah ke 2 anak korban melaporkan kejadian ini kepada saudara ibunya yang rumahnya juga berada di wilayah Petuk Katimpun.

Setelah mendapat laporan tersebut, keluarga si korban atau tantenya tersebut langsung mendatangi rumah korban yang lokasinya sekitar 100 meter dari Kantor Kelurahan Petuk Katimpun, namun setelah tiba di rumah korban, si keluarga korban mendapati si pelaku juga sudah meninggal dalam kondisi gantung diri.

Proses identivikasi yang dilakukan petugas terhadap ke 2 korban berlangsung cukup lama dan baru sekitar pukul 03.00 WIB, jenazah korban dibawa oleh mobil ambulance milik tim ERP ke kamar jenazah RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan visum. (ROKIM/B-6)

Berita Terbaru