Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lampung Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

BPBD Bartim: Penguasaan Data Kunci Hindari Ledakan Positif Covid-19

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 15 Mei 2021 - 21:00 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran atau BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi menyikapi upaya pencegahan penularan covid-19 saat arus balik Idul Fitri 1442 Hijriah.

Menurutnya, penguasaan data menjadi kunci utama menghindari ledakan kasus positif covid-19 setelah arus balik.

"Penguasaan data penting untuk untuk memudahkan pendeteksian kasus, sistem pelaporan serta pengolahan dan analisis interpretasi data kita sebagai acuan pengambilan keputusan," kata Riza, Sabtu, 15 Mei 2021.

Di samping itu, dia mengharapkan aspek pelayanan umum kesehatan terus diperkuat.

"Kita akan menyikapi dalam beberapa minggu kedepan selama liburan, kita akan melakukan pembatasan ledakan manusia sebelum masa liburan, penerapan PPKM mikro sangat efektif untuk mengurangi penularan covid-19," imbuhnya.

Riza menegaskan, yang tidak kalah penting setiap individu  harus konsisten dengan protokol kesehatan meski sebagian masyarakat telah menerima vaksinasi covid-19.

"Penularan satu orang pun jika tidak ditangani dengan baik akan jadi bencana bagi kita, karena itu strategi 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas) dan 3T (testing, tracing dan treatment) kita pertahankan, data yang kita gunakan juga berpedoman kepada 3T tadi," papar Riza.

Dia menambahkan, Barito Timur dalam satu bulan terakhir telah menggunakan rapid test antigen sehingga dapat mengambil langkah yang cepat dan tepat dalam penanganan covid-19.

"Kita harapkan dalam arus balik Idul Fitri ini kita bisa memperkuat data orang yang masuk sehingga kita bisa melakukan covid-19 dengan optimal," tandasnya.

Untuk diketahui, dari 514 RT yang ada di Barito Timur, 1 RT masih zona merah, 1 RT zona orange, 22 RT zona kuning, sedangkan 490 desa lainnya merupakan zona hijau. (BOLE MALO/B-11)

Berita Terbaru