Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Samosir Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengamat: Perlu Tindakan Tegas Bagi Pelaku Rapid Test Antigen Bekas

  • Oleh ANTARA
  • 16 Mei 2021 - 23:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Pengamat Kepolisian Irjen Purn Sisno Adiwinoto mengatakan perlu tindakan tegas bagi para pelaku penggunaan rapid test antigen bekas karena kejahatannya berdampak serius.

"Yang harus dilakukan Polri adalah mengungkap jaringan pelaku sampai tuntas ke akar-akarnya. Jangan hanya pelaku tingkat pelaksana bawahnya saja tapi harus sampai ke pelaku utama," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima, Minggu 16 Mei 2021.

Selain itu, perlu dijatuhkan vonis yang dapat menimbulkan efek jera kepada para pelaku sesuai asas keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi yang dapat menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan berat ringannya vonis di pengadilan berdasarkan niat dan kepedulian pelaku akibat yang ditimbulkan pada korban.

"Menggunakan rapid test antigen bekas dapat berakibat fatal bagi masyarakat, apalagi lingkup distribusinya sangat luas sehingga pelaku seharusnya mendapat hukuman maksimal," ujarnya.

Selain itu, dari aspek normatif, penggunaan peralatan rapid test antigen bekas yang dilakukan petugas Kimia Farma baik di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara maupun Bandara Soekarno Hatta dapat dikenakan Undang-Undang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun.

Atau Undang-Undang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun, UU 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang mengatur larangan memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan persyaratan keamanan khasiat atau kemanfaatan serta mutu dengan ancaman pidana 10 tahun.

"Pengenaan sanksi kumulatif berdasarkan pada ketentuan hukum tersebut dapat memberikan sanksi setimpal bagi pelaku. Kini saatnya aparat penegak hukum mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi diseluruh Indonesia," katanya.

ANTARA

Berita Terbaru