Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sleman Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengamat: Indonesia Bisa Berperan Menentukan Arah Ekonomi Dunia

  • Oleh ANTARA
  • 27 Januari 2022 - 10:10 WIB

BORNEONEWS, Kota Kupang - Pengamat ekonomi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. James Adam, MBA mengatakan, Indonesia sangat bisa memainkan peranan sangat penting dalam menentukan arah ekonomi dunia untuk kemajuan Indonesia sendiri.

Kondisi ini dikarenakan dukungan sumber daya alam (SDA) Indonesia masih sangat besar dibanding SDA negara lain yang akan mengalami kelangkaan, kata James Adam kepada Antara di Kupang, Rabu.

Dia mengemukakan pandangan itu berkaitan dengan posisi Indonesia sebagai Presidensi G20, dan peran yang harus dimainkan oleh Indonesia untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

Menurut dia, posisi Indonesia saat ini berada pada ranking teratas karena ketika sumber daya alam di dunia akan mengalami kelangkaan, tetapi di Indonesia masih tersedia sangat besar.

Karena inilah maka Indonesia saat ini diperhitungkan dunia oleh karena kekayaan alam yang masih berlimpah, kata mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana ini.

"Salah satu alasan sumber daya alam inilah maka Indonesia akan bisa memainkan peranan sangat penting dalam menentukan arah ekonomi dunia untuk kemajuan Indonesia sendiri," katanya.


Misalnya, bahan baku pertambangan (nikel dan tembaga) sudah tidak dijual langsung ke beberapa negara Eropa, hingga pada satu saat minyak mentah pun akan diproduksi dalam negeri sendiri.

Dengan cara ini kata dia, maka Indonesia akan menjadi negara produsen bukan lagi negara konsumsi.

Dia menambahkan Presiden Jokowi sebagai pemimpin G20 saat ini adalah satu prestasi yang sangat luar biasa yang tidak mungkin terjadi begitu saja.

Apalagi diberikan kepada presiden dari negara di ASEAN yang tidak terlalu diperhitungkan dalam forum ekonomi dunia, katanya.

Karena itu, dengan memimpin G20 maka kebijakan ekonomi dunia bisa diarahkan bagi kemajuan negara Indonesia dalam konteks ketergantungan dunia terhadap sumber daya alam, katanya.

ANTARA

Berita Terbaru