Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Palu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

HKTI Dukung Program Ekonomi Kerakyatan Pemkab Barito Timur

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 15 Februari 2022 - 04:00 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau HKTI Kabupaten Barito Timur, Marinus menyatakan mendukung program ekonomi kerakyatan yang sedang dijalankan Pemkab Barito Timur.

Hal ini disampaikan Marinus berkaitan dengan studi banding peningkatan mutu dan pemasaran bahan olah karet atau bokar yang baru saja dilakukan Tim Ekonomi Kerakyatan Pemkab Barito Timur ke Pontianak Kalimantan Barat beberapa hari lalu.

"Untuk mencapai tujuan itu butuh proses karena itu tim ekonomi kerakyatan harus didukung oleh semua pihak, agar peningkatan harga jual karet maupun kestabilan harga yang berujung pada kesejahteraan petani dapat tercapai," ujarnya di Tamiang Layang, Senin, 14 Februari 2022.

Dia menjelaskan, program yang sedang dijalankan pemerintah daerah saat ini merupakan pemenuhan dari usulan atau keluhan masyarakat Barito Timur khususnya petani terkait harga karet.

"Kita dukung lah, kita ikuti prosesnya karena tidak semerta-merta mengajak investor pasti perlu kajiannya untuk melihat semua yang dibutuhkan, pemerintah daerah juga akan memberi kemudahan untuk investor membangun pabrik karet di sini," kata Marinus.


Menurut Marinus, studi banding ke Pontianak juga merupakan bagian dari usulan HKTI saat terbentuk tahun 2019 karena harga jual bokar di daerah tersebut lebih tinggi. Namun akibat pandemi covid-19, studi banding yang direncanakan pada 2020 tertunda dan baru bisa dilaksanakan tahun ini.

Menindaklanjuti hasil studi banding tim ekonomi kerakyatan melalui dinas terkait segera membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar atau UPPB dan membangun kerja sama dengan perusahaan pabrik karet yang terdekat sambil menunggu adanya investor yang membangun pabrik.

Selain itu, membentuk BUMDes penampung hasil perkebunan karet terutama di desa dengan potensi karet yang besar.

Selanjutnya pemerintah daerah terus mengundang investor untuk mendirikan pabrik dengan tawaran kemudahan proses perizinan dan dukungan lainnya. (BOLE MALO/B-7)

Berita Terbaru