Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Balikpapan Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

GAPKI: Penurunan Ekspor CPO Wajar Terjadi

  • Oleh Testi Priscilla
  • 21 Maret 2022 - 22:21 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Mukti Sardjono mengatakan penurunan ekspor CPO di Januari dari Desember merupakan pola musiman yang wajar, tapi kali ini juga diperkirakan karena produksi yang sangat terbatas dan harga yang sangat tinggi.

"Perubahan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan China sebesar -149 ribu ton atau -172 ribu ton dari penurunan Refined PO, Pakistan sebesar -108 ribu ton atau -139 ribu dari penurunan Refined PO, dan India sebesar +97 ribu ton atau +126 ribu ton dari kenaikan impor Refined PO,"kata Mukti dalam rilisnya, Senin, 21 Maret 2022.

Dengan produksi, impor, konsumsi dan ekspor yang relatif baik menurut Mukti stok minyak sawit dan inti sawit akhir bulan Januari naik menjadi 4,678 juta ton dari yang sebelumnya 4,129 juta ton pada awal Januari.

Mukti menjelaskan konflik Rusia-Ukraina juga telah mendorong naiknya harga minyak bumi lebih dari US$100/barrel yang akan menambah beban pemerintah dan juga negara-negara lain.

"Dalam pasar minyak nabati, semester pertama 2022 diperkirakan akan terjadi defisit pasokan, apalagi Ukraina sebagai salah satu produsen bunga matahari dan rapeseed, sehingga mendorong naiknya harga minyak nabati dan berakibat minyak sawit akan menjadi harapan utama negara importir. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengatur secara bijak penggunaan dalam negeri dan ekspor minyak sawit untuk menjaga neraca perdagangan nasional," sarannya.

Bagi pekebun peningkatan efisiensi dan produksi merupakan dua hal yang harus terus menerus diupayakan. (TESTI PRISCILLA/B-6)

Berita Terbaru