Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Rokan Hilir Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kampung KB agar Optimalkan Penanganan Stunting

  • Oleh Magang 1
  • 13 Agustus 2022 - 11:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit  - Program Kampung Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan pemerintah diharapkan bisa dioptimalkan untuk menangani kasus stunting yang masih tinggi di Kabupaten Kotawaringin Timur.  Harapan ini disampaikan Ketua DPRD Kotim Rinie.

"Programnya dijalankan dengan baik sesuai rencana. Pendampingan dan edukasi kepada masyarakat melalui program agar lebih optimal sehingga tujuan menurunkan kasus stunting bisa tercapai," kata Rinie, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Rini mengapresiasi komitmen pemkab dalam menangani stunting selama ini. Bahkan, BKKBN Pusat memberikan penghargaan karena percepatan penanganan stunting di Kotawaringin Timur saat ini merupakan yang terbaik di Kalimantan Tengah. 

Ia mendukung upaya yang dilakukan dalam penanganan stunting. Ini sebagai wujud lembaga legislatif terhadap tekad bersama untuk mengatasi penyakit gagal tumbuh pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi parah itu. 

Politisi PDIP ini mengimbau semua pihak turut terlibat membantu penanganan stunting. Perusahaan besar, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pihak lainnya diharapkan berperan membantu mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan asupan gizi kepada bayi, khususnya pada 1000 hari pertama kelahiran agar terhindar dari stunting. 

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau meningkatkan kesadaran untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Berbagai program dan bantuan yang diberikan pemerintah diharapkan bisa dioptimalkan dalam rangka pencegahan maupun penanganan stunting. 

"Saya yakin dengan komitmen dan tekad kita semua, kasus stunting di Kotawaringin Timur ini bisa terus kita tekan sehingga nantinya generasi penerus kita bisa terbebas dari stunting," demikian Rinie. 

Pemkab Kotim menargetkan bisa menurunkan kasus stunting hingga menjadi 15 persen pada 2024 mendatang dari sekitar 32 persen saat ini. 

Bupati Halikinnor telah meresmikan Dapur Sehat di 33 kampung KB se-Kotawaringin Timur. Ini merupakan upaya menurunkan kasus stunting di daerah ini. 

Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotawaringin Timur melakukan identifikasi untuk merumuskan penyusunan program aksi yang terencana, terprogram dan dilaksanakan secara integratif dalam lintas sektor. 

Berita Terbaru