Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Padang Pariaman Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tim Pakem Gunung Mas Gelar Rapat Koordinasi, Ini yang Dibahas

  • Oleh Riska Yulyana
  • 07 Februari 2023 - 19:40 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kurun -  Tim pengawas aliran kepercayaan dan keagamaan dalam masyarakat (Pakem) Kabupaten Gunung Mas menggelar rapat koordinasi di aula kantor Kejaksaan Negeri setempat, Selasa, 7 Februari 2023.

"Dalam rapat kita hari ini yakni membahas tentang arahan Bapak Presiden terkait jaminan masyarakat dalam beragama," ujar Ketua Pakem Kabupaten Gunung Mas Sahroni.

Sahroni mengatakan bahwa melalui rapat koordinasi tersebut, diketahui bahwa di Kabupaten Gunung Mas saat ini memiliki kondisi yang masih kondusif dan saling bertoleransi antar umat beragama sehingga tidak ada gangguan jaminan kebebasan beragama.

Lanjutnya, dari hasil rapat koordinasi tersebut, ada sejumlah rekomendasi yang akan dilaksanakan terkait keberadaan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan yang mungkin dalam pelaksanannya menyimpang dari agama yang diakui di Indonesia.

Rekomendasi yang dimaksud yakni yang pertama, pihaknya akan turun ke lapangan untuk melihat apakah ada aliran kepercayaan menyimpang di Gunung Mas yang sudah menjangkit generasi muda setempat.

Rekomendasi selanjutnya yakni perlu adanya pembinaan untuk masyarakat eks Gafatar di Kabupaten Gunung Mas.

"Ada masyarakat eks Gafatar yang ingin kembali ke jalan yang benar dan ini tugas bersama, melakukan pembinaan untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa diterima di lingkungan masyarakat," terang Sahroni.

"Ini tugas kami dari tim Pakem mengedukasi kepada masyarakat bahwa orang mantan anggota Gafatar ini sudah kembali ke jalan yang benar sehingga mereka bisa kembali hidup bersama di tengah masyarakat," imbuhnya.

Dia mengatakan, rekomendasi selanjutnya yakni, perlu adanya sosialisasi terkait tim Pakem Gunung Mas, pilar utama di wilayah setempat untuk mencegah adanya aliran kepercayaan dan aliran keagamaam yang menyimpang dari ajaran agama yang diakui di Indonesia.

"Untuk ke depannya, kami berharap Kabupaten Gunung Mas dapat terhindar dari aliran kepercayaan atau aliran keagamaan yang menyimpang dari ketentuan," tukasnya. (RISKA YULYANA/Y)

Berita Terbaru