Aplikasi Pilgub (Pemilihan Gubernur) Propinsi Jambi Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Selain Insentif, Ini Manfaat Lain Sertifikasi RSPO Bagi Petani Sawit Mandiri

  • Oleh Wahyu Krida
  • 16 Juli 2023 - 14:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain mendapatkan insentif dari penjualan kredit sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) terdapat berbagai manfaat lain bagi penani kelapa sawit swadaya mendapatkam sertifikasi tersebut.

Executive Small Holder RSPO Dika Dwi Darmawan, Minggu, 16 Juli 2023 menjelaskan, sebenarnya terdapat berbagai manfaat lain yang bisa dirasakan oleh petani sawit swadaya bila telah mendapatkan sertifikasi RSPO.

"Pendapatan insentif sebenarnya hanya bonus tahunan semata, namun manfaat langsung yang bisa dirasakan petani swadaya adalah dalam kurun waktu 10 - 15 hari sekali yaitu panen sawit," jelas Dika Dwi Darmawan.

Karena, menurut Dika Dwi Darmawan,  dengan mendapatkan sertifikasi RSPO para petani sawit artinya sudah dianggap bisa mengelola kebun sawit miliknya sesuai standar mutu guna memperolah hasil maksimal.

"Selain itu para petani juga mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan kebun sawit secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sehingga para petani bisa menjual tandan buah segar (TBS) ke pihak perusahaan dan hasil olahan produk petani tersebut bisa dipasarkan ke pasaran internasional," jelas Dika Dwi Darmawan.

Untuk itulah, lanjut Dika Dwi Darmawan, diperlukan dukungan dari oiha perusahaan atau NGO sebagai suport system pada para petani swadaya untuk bisa mendapatkan sertifikasi tersebut.

"Seperti yang dilakukan oleh PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk - Citra Borneo Indah (CBI) Group terhadap para petani sawit mandiri yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) Kabupaten Kobar. Karena tanpa dukungan dan pendampingan dari perusahaan dan NGO diakui, para petani mandiri bakal mengalami  kesulitan dari segi teknis memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi RSPO tersebut," jelas Dika Dwi Darmawan.

Sekedar diketahui dalam hasil penjualan kredit sertifikasi RSPO periode 2022,  para petani sawit mandiri yang tergabung dalam APKSM Kobar sukes mendapatkan insentif dengan total sekitar USD 138.100 atau senilai Rp2 miliar.

Para petani sawit mandiri yang tergabung dalam APKSM Kobar tersebut berasal dari 5 desa di Kecamatan Pangkalan Lada yaiyu Desa Kadipi Atas, Sungai Rangit Jaya, Sumber Agung Purba Sari dan Pangkalan Durin.

Dalam penyerahan insentif penjualan kredit RSPO periode 2022 yang digelar di Desa Kadipi Atas, 15 Juli 2023 tersebut tersebut secara simbolis diserahkan pembagian insentif anggota APKSM dengan total Rp 745.546.150 , kontribusi bagi desa sebesar Rp 59.643.692 serta pembagian sembako bagi peserta dengan total nominal Rp 203.000.000.  (WAHYU KRIDA/J)

Berita Terbaru