Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Berau Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bupati Barito Timur Ajak Semua Pihak Perangi Stunting

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 28 Agustus 2023 - 19:40 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas mengajak semua pihak untuk bersama-sama memerangi kasus stunting di kabupaten berjuluk Gumi Jari Janang Kalalawah ini.

Pesan Bupati tersebut disampaikan oleh Asisten III Sekda Barito Timur Edius Uhing saat membuka Rembuk Stunting Barito Timur Tahun 2023 di Aula Bappelitbangda, Senin, 28 Agustus 2023.

"Elemen-elemen yang harus bekerja sama dan bersama-sama dalam penanganan dan pencegahan stunting adalah sektor pemerintahan, sektor non pemerintahan dan masyarakat," ucap Asisten III.

Dia menjelaskan, stunting adalah gangguan pertumbuhan serta perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada dibawah standar yang ditetapkan. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis ini terjadi terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dimana kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. 

"Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal, hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang dibawah rata-rata sehingga bisa berakibat pada prestasi belajar anak disekolah menjadi buruk," lanjutnya.

Edius mengatakan, tingkat prevalensi stunting yang terjadi di Barito Timur saat ini perlu mendapat perhatian yang sangat serius untuk dapat diatasi bersama-sama oleh semua pihak yang terkait, baik pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, individu, komunitas, CSR, lembaga non pemerintah maupun swasta.

Menurutnya, Bupati Barito Timur juga mengarapkan intervensi dapat dilakukan oleh semua sektor, baik sektor kesehatan dan non kesehatan dimana dukungan tersebut diantaranya melalui pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi, dan utamakan pemahaman secara baik, serta kepedulian masing-masing individu dan masyarakat untuk mengoptimalkan peran sertanya dalam upaya penanggulangan stunting. 

“Masalah gizi tetap harus menjadi prioritas yang tidak boleh kita abaikan, oleh karenanya kepada seluruh perangkat daerah bersama stakeholder terkait untuk bisa melakukan upaya pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi mereka yang rentan seperti ibu hamil dan anak balita agar bisa tetap terpenuhi dengan baik,” kata Edius.
 
Dia menambahkan, pada tingkat desa/kelurahan, Bupati Barito Timur meminta para bidan desa dan petugas gizi puskesmas bersama-sama dengan kader dimasing-masing desa/kelurahan untuk dapat melakukan pendampingan dan pemantauan balita yang berpotensi stunting agar bisa ditangani secara bersama.

"Selain itu untuk seluruh kepala desa agar wajib menyusun perencanaan anggaran dan kegiatan untuk percepatan penurunan stunting ini, melalui anggaran desa masing-masing," imbuhnya.
 
"Kemudian pada tingkat kecamatan, kepada seluruh camat selaku ketua TPPS tingkat kecamatan diminta agar dapat bertanggungjawab memfasilitasi dan mengkoordinir serta melakukan pemantauan di tingkat desa dan kelurahan dalam hal pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanganan stunting agar dapat berjalan dengan baik,” tandas Edius. (BOLE MALO/Y) 

Berita Terbaru