Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Supiori Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Redam Gejolak di Lamandau Melalui Program Plasma Sawit

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 17 Oktober 2023 - 20:20 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sejumlah kalangan menyakini jika program plasma kebun sawit menjadi salah satu peredam gejolak di tengah masyarakat. Melalui program itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar areal perkebunan.

Namun demikian, program itu harus dilandasi komitmen yang saling menguntungkan, baik pekebun plasma dan perusahaan inti.

“Sejauh ini kami belum pernah menerima laporan dari masyarakat terkait pelanggaran terkait realisasi program kebun plasma sawit,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, Herianto saat dikonfirmasi pada Selasa, 17 Oktober 2023.

Bahkan, lanjut dia, saat melakukan inventarisir program kebun plasma ke sejumlah wilayah, pihaknya menemukan adanya alokasi kebun plasma dengan luasan diatas kententuan yang ditetapkan pemerintah. Misalnya di PT Sawit Mandiri Lestari (SML) di Kecamatan Lamandau. Perusahaan dibawah bendera Citra Borneo Indah (CBI) Group itu mengalokasikan 36,51 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi sejumlah perusahaan yang menerapkan sistem pengelolaan kebun sawit dengan pola kemitraan masyarakat seperti di PT Gemareksa Mekarsari dan PT Satria Hupasarana di Kecamatan Bulik. Dengan begitu masyarakat sekitar bisa terlibat aktif dalam mengelola usaha perkebunan kelapa sawit melalui koperasi atau unit usaha lain.

“Upaya-upaya ini sangat efektif meredam gejolak di tengah masyarakat. Dampak lain adalah peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

Bahkan, terang dia, sudah ada sejumlah kebun plasma sawit di Kabupaten Lamandau yang telah mengantongi sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO), sehingga dapat menjadi jaminan bagi keberlanjutan usaha dan mampu memberikan hasil optimal bagi para pekebun plasma.

“Saya melihat ada komitmen besar dari pihak perusahaan untuk menyejahterakan masyarakat,” sebutnya.

Terpisah, Regional Head PT SML, Sariyanto menjelaskan, kebun plasma dikerjakan bersama Koperasi Karya Bakti Mitra Bakuba. Kebun plasma yang sudah dibangun sejak tahun 2016 itu juga telah melebihi tanggungjawab perusahaan yang harus dipenuhi, seluas 3.524,56 hektar (Ha) atau 36,51 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan.

Dibangunnya kebun plasma tersebut lantaran perusahaan menilai bahwa masyarakat sekitar adalah bagian penting yang tidak terpisahkan dari perusahaan. Sehingga perusahaan dan masyarakat harus bisa untuk sama-sama berkembang menuju kehidupan yang lebih mapan. Dengan begitu mereka akan senantiasa saling mendukung.

Berita Terbaru