Suara Rakyat Kalimantan
www.borneonews.co.id
 

Dua Tahun Enam Anak Bawah Umur di Barito Selatan Alami Pelecehan Seksual

Tersangka pencabulan anak di bawah umur diapit polwan dan anggota Polres Barito Selatan. BORNEONEWS/URIUTU DJAPER
Tersangka pencabulan anak di bawah umur diapit polwan dan anggota Polres Barito Selatan. BORNEONEWS/URIUTU DJAPER

BORNEONEWS, Barito Selatan - Berdasarkan data dari aparat Kepolisian Polres Barito Selatan (Barsel), dalam kurun waktu dua tahun terakhir yakni 2015-2016, tercatat tujuh kasus pelecehan seksual anak di bawah umur.

Kapolres Barito Selatan AKBP Yussak Angga melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Budi Martono mengatakan, pada  2015 ada empat kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Kasus itu yakni menyetubuhi anak di bawah umur sebanyak tiga kasus, dan satu kasus pencabulan.

Sementara pada 2016 hingga Mei ada tiga kasus yakni pencabulan dua kasus dan satu kasus menyetubuhi.

“Jadi total jumlah pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur ada tujuh kasus yang telah kita tangani. Pelakunya sebagian besar adalah orang terdekat,” kata Ahmad Budi Martono kepada Borneonews, Selasa (24/5/2016).

Selain kasus pelecehan seksual tersebut, lanjut dia, pada tahun 2015 juga ada tiga kasus kekerasan terhadap anak.  

Bahkan pada 2015 yang lalu, pelecehan seksual pemerkosaan dengan kekerasan yang menyebabkan gadis belia JTL,14, warga desa Kalahien meninggal dunia.

Ia mengungkapkan, saat ini kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kian marak di negeri ini seperti dalam pemberitaan di media cetak maupun elektronik dari berbagai daerah. Ini tentu membuat prihatin seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Barito Selatan.

Untuk menghindari hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat di wilayah hukum Barito Selatan khususnya, para orang tua maupun keluarga untuk mengawasi orang-orang di sekitar.

“Selain mengawasi orang-orang di sekitar kita, para orang tua juga harus memantau perilaku anak-anaknya,” ucap dia.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap teknologi juga penting, apalagi sekarang anak-anak mudah mengakses situs berbau kekerasan dan pornografi.

Untuk itu, pihaknya selaku aparat penegak hukum meminta orang tua harus melakukan pengawasan melekat baik untuk pemakaian gadget harus tetap dikontrol.  (URIUTU JAPER/m).

Berita Terkait

Satlantas Barito Selatan Jaring Puluhan Pelajar di Bawah Umur

Satlantas Barito Selatan Jaring Puluhan Pelajar di Bawah Umur

barito selatan - sedikitnya 11 pelajar di bawah umur
 Pelecehan Seksual Marak, Orang Tua Ketatkan Pengawasan Anak

Pelecehan Seksual Marak, Orang Tua Ketatkan Pengawasan Anak

seruyan-berawal makin ramainya kasus pelecehan seksual yang dominan menimpa anak
Guru Agama Cabul Terancam Hukuman Berlapis

Guru Agama Cabul Terancam Hukuman Berlapis

 pangkalan bun - muhammad zaini, alias mz,  22, terancam pasal
Pemda Belum Konkret Sikapi Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Pemda Belum Konkret Sikapi Kekerasan Seksual Terhadap Anak

lamandau - pemerintah kabupaten lamandau belum melakukan langkah konkret
Kakek 60 Tahun Cabuli Tetangga di Bawah Umur

Kakek 60 Tahun Cabuli Tetangga di Bawah Umur

suyono (60), seorang kakek warga jalan purwosari perbalan, semarang utara,
Guru Agama Ini Diduga Cabuli Murid Berusia 6 Tahun

Guru Agama Ini Diduga Cabuli Murid Berusia 6 Tahun

pangkalan bun - entah apa yang ada di benak mz,
Polisi Tetapkan Ustaz Cabul jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Ustaz Cabul jadi Tersangka

pangkalan bun - polres kotawaringin baratr sudah menetapkan mz (22)
Banyak Kekerasan Seksual Bergerombol oleh Anak di Bawah Umur

Banyak Kekerasan Seksual Bergerombol oleh Anak di Bawah Umur

jakarta - tindak kekerasan seksual kini lebih banyak dilakukan
Layakkah Kobar sebagai Kabupaten Layak Anak?

Layakkah Kobar sebagai Kabupaten Layak Anak?

borneonews - pangkalan bun - kasus kekerasan pencabulan hingga pemerkosaan
Korban Pelecehan akan dapat Pendampingan dari BPPAKB

Korban Pelecehan akan dapat Pendampingan dari BPPAKB

pangkalan bun - maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak ditanggapi