Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Muna Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

DPRD Harapkan Pembangunan Blok Pasar Patanak Pulang Pisau Sesuai Skedul

  • Oleh James Donny
  • 13 Oktober 2016 - 08:33 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Anggota DPRD Pulang Pisau, Tandean Indra Bela mengharapkan agar pembangunan kembali Blok Pasar Patanak, di Jalan Tingang Menteng, Pulang Pisau dapat berjalan sesuai skedul. Ia khawatir pengerjaan akan molor dari jadwal.

'Melihat progres yang ada, dan ini kalau konsisten dengan yang dilakukan sekarang, ini bisa dicapai, walaupun kita was-was. Ini sudah keluar skedul, itu akan berjalan tidak sesuai lagi perencanaan,' kata Tandean Indra Bela, kepada wartawan, Rabu (12/10/2016).

Dia mengatakan bahwa waktu yang ada sekarang ini, kurang dari tiga bulan efektif. Menurutnya kegiatan pekerjaan yang berjalan saat ini perlu dikontrol perkembangannya, agar target dapat dicapai.

Jika tidak sesuai agenda, paling tidak sebelum habis tahun anggaran masih bisa diselesaikan. 'Masih ada peluang asalkan jangan melewati tahun anggaran yang ada, artinya kalau masih tahun ini, masih ada peluang,' harapnya.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, melakukan renovasi Pasar Patanak, dengan mebangun kembali sebanyak 47 blok pasar yang sudah ada sejak belum dilakukan pemekaran daerah. Fitriadi Kabid Perdagangan mengatakan renovasi diharapkan bisa mendongkrak jumlah pengunjung yang datang ke belanja ke pasar patanak.

Pihaknya juga sebelumnya sudah melakukan pendataan para pedagang atau penyewa pasar setelah renovasi selesai. 'Kita akan buatkan surat perjanjian kepada para penyewa, agar tidak merubah struktur bangunan dan terpenting jangan menyewakan lagi blok yang dimiliki. Jika ada perubahan," katanya.

Dia mengatakan bahwa blok yang dibangun juga mengakomodasi sesuai dengan keinginan para pedagang. Alokasi anggaran pembangunan pasar dari dana tugas pembantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahuan anggaran 2016 sebesar Rp5 miliar ditambah dengan dana pendamping dari daerah sebesar Rp500 juta untuk relokasi sementara para pedagang. (JAMES DONNY/N).

Berita Terbaru