Menteri Desa Ajak Mahasiswa ITB Kembangkan Teknologi Tepat Guna Pertanian

  • Oleh Budi Baskoro
  • 05 November 2016 - 15:13 WIB

BORNEONEWS, Bandung - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengajak mahasiswa ITB mengembangkan teknologi tepat guna untuk pertanian. Desa di Indonesi memiliki banyak macam karakter, namun demikian ada kesamaan dari 74.497desa di seluruh Indonesia itu.

"Ada kesamaan karakter yaitu 80 persen desa di Indonesia hidup di agriculture," ujar Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo saat menjadi narasumber utama dalam Stadium General, di Institut Teknologi Bandung, Sabtu (5/11/2016).

Di depan ratusan mahasiswa ITB, Menteri Eko menjelaskan, desa di Indonesi memiliki banyak macam karakter, namun demikian ada kesamaan yang dimiliki dari 74.497desa di seluruh Indonesia. Ia mengungkapkan fakta, banyak masyarakat desa yang berada di garis kemiskinan, meski Indonesia sudah merdeka sejak 71 tahun lalu.

"Rakyat kita masih banyak yang miskin. Persoalannya apakah bisa desa menjadi motor penggerak ekonomi. Harusnya bisa dengan penguatan SDM dan pengayaan teknologi tepat guna untuk agriculture," tandasnya.

Dengan teknologi tepat guna, Menteri Eko yakin bisa meminimalisir adanya tengkulak dan membuat sarana pascapanen. "Semua kongomerat di Indonesia, itu awalnya menjadi pengumpul hasil pertanian atau mempunyai sarana pascapanen."

Sementara itu, Rektor ITB, sekaligus Ketua Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) Suryadi, mengungkapkan pentingnya pemahaman yang disampaikan menteri kepada mahasiswa ITB. "Kuliah umum ini kami segelenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa kami baik di lingkup nasional maupun internasional. Apa yg disampaikan pak menteri menurut saya wawasan yang penting untuk disampaikan kepada mahasiswa." (KEMENDES/N).

Berita Terbaru