Warga Palangka Raya Nyalakan Lilin Untuk Perdamaian

  • Oleh Roni Sahala
  • 18 November 2016 - 22:45 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Warga memadati depan Istana Isen Mulang, Bundaran Besar Palangka Raya, Jumat (17/11/2016) malam. Satu-persatu menyalakan lilin dengan pesan untuk perdamaian Indonesia.

Acara itu adalah bentuk keprihatinan atas kejadian teror bom Molotov di Samarinda Kalimantan Timur, baru-baru ini. Pesannya, seruan bagi seluruh umat untuk menjaga toleransi.

Apa yang dilakukan tersebut mampu menarik perhatian masyarakat. Buktinya, beberapa pengendara yang melintas di kawasan Bundaran Besar menyempatkan diri singgah hanya untuk menyalakan lilin.

Penanggung jawab kegiatan, Hengky Lionardo Filipi Alex Salideho menyebutkan, aksi ini tak hanya melihat dari satu sisi saja. Menurutnya yang lebih ditekankan yaitu seruan toleransi umat. Tak hanya itu, dia juga mengingatkan agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang ada.

Tragedi yang terjadi di Samarinda secara tidak langsung menggores luka di tubuh NKRI. Kendati demikian, dia yakin hal ini tidak akan terjadi apabila semua elemen mampu bersatu.

"Kita yakin dan percaya bahwa Kalteng dapat menjadi provinsi yang kuat akan perdamaian di tengah perbedaan. Kita tidak akan 'pecah' jika aksi provokatif mampu kita hindari," katanya.

Sementara itu Ustaz Saiful Bahri meminta agar semua umat untuk meningkatkan toleransi. Dia menyebutkan manusia ibarat sebuah lilin yang harus memberi terang bagi siapa pun. "Biarpun kita luluh, tapi setidaknya kita sudah memberikan manfaat dengan sudah memberi penerangan," katanya.

Di tempat yang sama Ketua Justice, Peace and Integrity of Cretion (JPIC) Kalimantan Romo Frans Sani Lake menuturkan, tidak ada satu pun ajaran agama yang mengajarkan kekerasan. Bahkan dia menyatakan tidak sependapat jika aksi tersebut mengatasnamakan agama. Jika pun ada, hal tersebut dilakukan agar aksi teror yang dilakukan terlihat benar, padahal sebetulnya tidak sama sekali.

"Itu hanya dilakukan kelompok radikal di luar ajaran agama. Jadi saya tegaskan tidak sependapat apabila ada aksi teror dilakukan atas agama," katanya.

Aksi simpatik ini turut dihadiri Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Gubernur pada kesempatan itu turut menyalakan lilin, sekaligus menyampaikan seruan pada masyarakat. Secara tegas gubernur meminta masyarakat untuk secara bersama melawan aksi teror, apa pun bentuknya.

"Saya mengutuk aksi teror yang terjadi di Samarinda. Ini jangan sampai terjadi di tempat kita. Harus kita lawan bersama. Saya selaku gubernur, siap menjadi yang paling depan melawan aksi teror," seru gubernur.

Sementara itu Nurdawati seorang warga yang ikut pada aksi ini memandang kegiatan ini tak sekadar aksi simpatik, atau pun aksi bela sungkawa. Menurutnya, jika mampu memahami apa tujuan aksi tersebut, maka apa termakna di dalamnya akan mampu dipahami.

"Saya lebih memandang pada dorongan untuk toleransi. Kalau cuma penyalaan lilin saya rasa biasa saja," kata dia. (RONI SAHALA/m)

Berita Terbaru