Aktivis Muda Katingan Ancam Laporkan Raibnya Uang APBD ke KPK

  • Oleh Abdul Gofur
  • 07 Desember 2017 - 22:02 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Polemik hilangnya simpanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Katingan, di Bank Tabungan Negara (BTN) Pondok Pinang Jakarta tahun 2014 lalu mendapatkan perhatikan dari kalangan pemuda.

Aktivis pemuda, Maulana Kawit, menyoroti hal tersebut. Bahkan, dia mengancam bakal melaporkan ke BPK dan KPK jika persoalan raibnya uang APBD itu tak kunjung seleaai.

"Bahkan kami, bila sudah cukup datanya siap melaporkan ke BPK ataupun KPK. Bila kasus ini belum selesai," tegas Maulana Kawit, Kamis (7/12/2017) malam.

Maulana Kawit menambahkan, mendukung upaya Bupati Katingan mengembalikan uang tersebut. Pascaberedarnya kabar uang kas daerah diambil oknum pejabat pemkab bekerjasama dengan oknum Bank BTN Jakarta.

Seperti yang diketahui pascadiberhentikannya Ahmad Yantenglie sebagai Bupati Katingan akibat tersandung kasus perselingkuhan, wakilnya, Sakariyas ditetapkan menjadi bupati definitif.

Tak lama kemudian muncul persoalan baru hilangnya uang rakyat di Bank Tabungan Negara (BTN) Pondok Pinang Jakarta. Awalnya sebesar Rp100 miliar, karena yang Rp65 miliar sudah diambil untuk dikembalikan ke kas daerah. Sisanya tinggal Rp35 miliar.

"Persoalan pemkab ini harus diselesaikan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," pungkasnya. ABDUL GOFUR/B-11)

Berita Terbaru