Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Surakarta Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Yayorin Jalin MoU Penelitian Banteng Kalimantan Dan Orangutan Belantikan

  • Oleh Wahyu Krida
  • 28 Maret 2018 - 17:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Sebagai implementasi kerja sama dengan berbagi pihak dalam bidang konservasi lingkungan, Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) sejak 26 Maret 2018 memberangkatkan tim peneliti ke Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur dan Taman Nasional Kayan Mentarang di Kalimantan Utara.

Direktur Eksekutif Yayorin Eddy Santoso kepada Borneonews, Rabu (28/3/2018), menjelaskan tujuan keberangkatan tim peneliti tersebut.

"Jadi selama 15 hari tim peneliti akan mengumpulkan data populasi dan juga DNA banteng. Sehingga data primer DNA banteng Kalimantan dapat segera teridentifikasi," sebut Eddy yang akrab disapa Ewong.

Data-data tersebut, lanjutnya, digunakan untuk melengkapi data ilmu pengetahuan terkait keberadaan satwa langka itu di Kalteng.

"Agar bisa diketahui secara ilmiah bahwa banteng Kalimantan yang memiliki nama latin Bos Javanicus Lowi masih ada dan Belantikan Hulu, Kabupaten Lamandau merupakan rumah terakhir keberadaan banteng Kalimantan di Kalteng," sebut Ewong.

Ia melanjutkan, selain penelitian banteng Kalimantan, kerja sama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara Yayorin dan Program  Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan, BKSDA Kalteng Kantor Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP ) Lamandau-Sukamara dan Orangutan Foundation United Kingdom (OF-UK) pada 24 Maret 2018, juga bertujuan untuk melaksanakan program konservasi satwa dilindungi lainnya yaitu orangutan.

"Orangutan Belantikan yang populasinya sepanjang lanskap arabela schwaner merupakan metapopulasi besar yang menjadi perhatian para konservasionis dan peneliti orangutan," ungkap Ewong.

Demikian halnya dengan keberadaan Banteng Kalimantan, juga merupakan salah satu fokus bagi Yayorin untuk mengajak semua pihak meralisasikan rencana aksi konservasi banteng.

"Jadi rencana aksi yang dulu pernah dibuat agar bisa segera dilakukan implementasinya. Paling tidak kami dapat membuka pikiran untuk saling koordinasi antara wilayah kelola di mana terdapat banteng di Indonesia," ucapnya. (KRIDA/B-3)

Berita Terbaru