Sejumlah Pejabat Sampaikan Belasungkawa Atas Karamnya Kelotok di Katingan Hulu

  • Oleh Abdul Gofur
  • 29 Mei 2018 - 16:16 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Beberapa pejabat di Kabupaten Katingan turut berduka cita atas musibah karamnya kelotok di Riam Penyakeru Desa Tumbang Mahop Kecamatan Katingan Hulu, Senin (28/5/2018).

Mereka menyampaikan duka cita melalui media sosial facebook. Di antaranya adalah Camat Katingan Tengah, Hariawan. "Kami atas nama keluarga dan Pemerintah Kecamatan Katingan Tengah beserta staf dan Ketua TP.PKK menyampaikan turut berduka cita atas terjadinya musibah karamnya Ces/kelotok yang digunakan saudara-saudara kita PAHLAWAN TANPA TANDA JASA untuk melaksanakan tugasnya yang mulia di sebelah utara Kabupaten Katingan, semoga arwah saudara kita yang meninggal dunia diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT," tulis Hariawan.

Dan kepada yang belum diketemukan, Hariawan berharap mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat wal afiat. "Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini, Aamiin YRA," imbuh Hariawan.

Ungkapan rasa duka cita juga ditulis oleh anggota DPRD Kabupaten Katingan, Yanel Dalin Sari. "Kami atas nama keluarga dan Komisi 1 DPRD Katingan menyampaikan turut berduka cita atas terjadinya musibah tenggelamnya alat angkutan sungai KELOTOK yang menimpa para PEJUANG PENDIDIKAN Katingan yang GUGUR ketika sedang dalam menunaikan tugasnya di kawasan pedalaman Kabupaten Katingan wilayah Utara pada tanggal 28 Mei 2018," tulis Yanel Dalin Sari.

Hingga Selasa (29/5/2018) tiga warga Desa Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu diinformasikan belum ditemukan. Ketiganya, yakni Uhing (40) warga Rt 01 Desa Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu yang juga sebagai nakhoda kelotok.

Kemudian Dafi (40,) seorang PNS guru warga RT 01 Desa Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu, dan Ahmad Saiful (40) kepala sekolah satu atap (Satap) di Desa Rantau Pandan warga Rt 01 Desa Tumbang Sanamang Kecamatan Katingan Hulu. (ABDUL GOFUR/B-2)

Berita Terbaru