Ini Upaya Diplomasi RI Tentang Pentingnya Sawit 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 11 Oktober 2018 - 11:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia menilai penting untuk terus melakukan diplomasi kepada dunia, terutama Eropa, terkait pentingnya kelapa sawit bagi dunia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis, menyampaikan gambaran dan kontribusi industri sawit lestari pada upaya pencapaian target sustainable development goals (SDGs) di Indonesia kepada pengusaha Norwegia yang tergabung dalam the Confederation of Norwegian Enterprise (NHO).

"Minyak sawit merupakan salah satu industri strategis yang dapat mendorong pencapaian target SDGs di Indonesia," ujar Todung Mulya Lubis saat menyampaikan paparannya dalam seminar bertema "Bevare Regnskogen (To Preserve Rainforest)" bertempat di Kantor Pusat NHO di Oslo, Norwegia, Rabu (10/10/2018).

Hadir dalam seminar tersebut antara lain Managing Director of Sustainability & Strategic Stakeholder Engagement Golden Agri Resource (GAR), Agus Purnomo, Pelaksana Fungsi Politik KBRI Oslo, Nilton A.D.R Amaral.

Dalam kesempatan tersebut, Todung Mulya Lubis juga menyampaikan industri sawit sangat esensial bagi perekonomian dan kesejahteraan penduduk Indonesia sehingga pemerintah berkomitmen mengelola industri kelapa sawit secara berkelanjutan dengan mengedepankan pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Sementara Agus Purnomo dalam presentasinya memandang industri kelapa sawit perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih untuk industri-industri minyak berbahan dasar sayuran.

Fokus dari perdebatan sekarang ini seharusnya adalah mencari jalan untuk menjadikan industri kelapa sawit berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Sebagaimana yang kini diterapkan GAR sebagai salah satu produsen sawit terbesar di Indonesia, ujar Agus.

GAR kini tidak lagi membuka lahan untuk memenuhi permintaan pasar tetapi memberdayakan lahan yang sudah ada, salah satunya dengan optimalisasi produksi melalui penggunaan bibit unggul sawit, ujarnya menanggapi merebaknya isu-isu dan kampanye negatif yang telah merugikan industri sawit Indonesia.

Hadirnya Indonesia (Pemerintah dan Industri sawit nasional) dalam berbagai forum internasional menjadi upaya positif dan konstruktif dalam menjawab isu sawit yang selama ini telah banyak salah kaprah dipahami oleh khalayak umum. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru