Sebelum Dibunuh Suami, Guru SMP Sempat Gigit Tangan Tersangka

  • Oleh Achmad Syihabuddin
  • 31 Desember 2018 - 16:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sebelum meninggal dunia, korban Kartika Sariyani sempat menggigit tangan tersangka SJ hingga mengeluarkan darah. Kulit jari tangan kanan pria berumur 55 tahun itu terkelupas.

"Ternyata korban sempat melakukan perlawanan saat dicekik oleh tersangka. Jari tangan kanan tersangka digigit hingga mengeluarkan darah," ucap Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel saat dikonfirmas Borneonews.co.id, Senin (31/12/2018).

Kronologisnya, korban tidur di kamar tengah rumah di Jalan Walter Condrad, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sekitar pukul 00.30 wib, tersangka datang dan berniat tidur di samping korban.

Saat hendak tidur, tersangka pun memeluk istrinya yang berumur 48 tahun itu. Tidak disangka, pelukan tersangka ditepis oleh korban. Tersangka berusaha memeluk kembali namun korban tetap enggan disentuh.

Merasa jengkel, tersangka pun mencekik korban. Perlakukan itu sempat dilawan dengan cara korban menggigit tangan suami keduanya itu hingga berdarah. Semakin geram, tersangka pun mencekik nya dibagian leher hingga meninggal dunia.

"Saat tahu istrinya sudah meninggal, tersangka lalu merebahkan istri nya kembali layaknya sedang tidur. Kemudian tersangka melarikan diri ke rumah keponakannya di Mentaya Sebrang," lanjut Kapolsek Baamang.

Sesampainya di sana, tersangka mengatakan sudah membunuh istrinya. Kemudian keponakannya pun menyarankan agar tersangka menyerahkan diri. Saran tersebut diterima dengan baik. Didampingi keponakannya, SJ lalu menyerahkan diri ke aparat kepolisian.

"Kasus ini tentunya kami proses sesuai jalur hukum yang berlaku," tukas Kapolsek. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)

Berita Terbaru