Ini Cerita Korban Selamat Tragedi Pemasangan Tiang Telepon

  • Oleh Wahyu Krida
  • 07 Februari 2019 - 12:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dengan suara terbata-bata, Hadriansyah (37 tahun), salah seorang buruh harian lepas (BHL) yang selamat dari tragedi pemasangan tiang telepon di depan Puskesmas Desa Pandu Senjaya Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (6/2/2019) sekitar pukul 16.00 WIB menceritakan peristiwa nahas itu.

Saat  ditemui www.borneonews.co.id di rumahnya Jalan H Munangwar RT 02 RW Kelurahan Madurejo, Kamis (7/2/2019) Hadriansyah menceritakan kronologis peristiwa yang merenggut nyawa tiga BHL yang masih tergolong satu keluarga tersebut.

"Hari itu kita rencananya mau memasang sekitar 76 buah tiang telepon, satu tiang yang terpasang upahnya Rp75 ribu. Kami yang bekerja bisa dibilang masih terikat dalam satu keluarga," katanya. 

Hari itu yang bekerja memasang tiang ada 8 orang. "Pimpinan pekerjaan ini adalah Pak Mathesim, ia meninggal akibat tersetrum tiang telepon yang tersetrum kabel listrik tadi," ujar Hadriansyah.

Menurutnya, hingga sore itu mereka sudah berhasil memasang sekitar 50 lebih tiang telepon.

"Nah sore itu ketika kami mau memasang tiang, ternyata tiang yang dipasang menyenggol kabel listrik hingga arusnya mengaliri tiang telepon.

Enam yang memegang tiang langsung lengket di tiang tersebut. Saya bisa selamat lantaran saat itu tangan saya sedang terlepas dari tiang. Namun saya juga sempat tersengat listrik dari tanah yang saat itu sedang basah lantaran habis hujan," ujarnya.

Akibat sengatan listrik itulah, tiga pekerja langsung tewas di tempat yaitu Matesim (38 tahun), Mohammad Saputra (25 tahun) dan Moh Halil (35 tahun). Sedangkan tiga di antaranya mengalami luka yaitu Asmuni (33 tahun), Syahyedi (35 tahun) dan Umam (34 tahun).

"Matesim dan Mohammad Saputra pagi tadi diberangkatkan ke Madura untuk dimakamkan dan Moh Halil dimakamkan di pemakaman Sekip Pangkalan Bun," jelas Hadriansyah. (WAHYU KRIDA/B-2)

Berita Terbaru