Frekuensi Penerbangan Februari 2019 turun  1,69%

  • Oleh Rahmat Gazali
  • 02 April 2019 - 14:56 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak awal semester II tahun 2018, frekuensi penerbangan pesawat udara terus menurun dari waktu ke waktu.

Penurunan frekuensi penerbangan masih berlanjut sekitar 1,69%, yakni dari 1.655 kali penerbangan (Januari 2019) menjadi 1.627 kali penerbangan (Februari 2019).

"Penurunan frekuensi penerbangan ini diikuti menurunnya aktivitas penumpang dan arus barang. Aktivitas penumpang menurun 11,46 persen dipicu oleh berkurangnya jumlah penumpang datang 13,44 persen dan berangkat 9,32 persen," ungkap Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri, Selasa (2/4/2019). 

Sedangkan penurunan arus lalu lintas barang sebanyak 25,05%, dipengaruhi oleh berkurangnya volume bongkar barang 29,02% dan muat barang 18,31%.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, frekuensi penerbangan pesawat selama Januari-Februari 2019 juga terjadi penurunan 15,59%, yang diikuti menurunnya aktivitas penumpang 20,90% dan barang 20,82%.

Selain itu, potensi layanan arus lalu lintas penumpang selama dua bulan terakhir, secara keseluruhan relatif masih rendah.

Hal ini terlihat dari rata-rata aktivitas penumpang sekitar 128.588 orang per bulan, yang terdistribusi melalui tiga bandar udara utama di Kota Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit.

Dari keseluruhan jumlah penumpang selama Februari 2018 (120.774 orang), layanan aktivitas penumpang masih didominasi oleh Tjilik Riwut Palangka Raya yang mencapai 58.592 orang (48,51 persen).

Aktivitas penumpang yang juga cukup tinggi melalui Iskandar Pangkalan Bun berjumlah 42.561 orang (35,24%), H. Asan Sampit berjumlah 19.310 orang (15,99%), dan bandara lainnya 311 orang (0,26%).

Pada bulan yang sama, keseluruhan volume bongkar/muat barang (1.245 ton), layanannya terdistribusi melalui Tjilik Riwut Palangka Raya (53,17 persen). (GAZALI/B-2)

Berita Terbaru