Tabrakan Terjadi Karena Sopir Kelelahan

  • Oleh Naco
  • 20 Mei 2019 - 15:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - RIS alias Rid (23), sopir Honda Brio KH 1129 FK mengaku kelelahan, sebelum bertabrakan dengan Lindon Sihombing yang mengendarai truk KH 9603 FA.

Rido memaksakan diri dari Palangka Raya menuju Sampit karena ingin cepat pulang. Sehingga usai menjemput kerabatnya dari Bandara Tjilik Riwut ia langsung membawa ke Sampit.

"Tidak ada sopir pengganti saat itu," kata tersangka, saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Senin, 20 Mei 2019.

Kejadian itu bermula pada Minggu, 24 Maret 2019, saat tersangka membawa penumpang Konfrensi Silalahi, Jhohandi Malau dan Minaria Purba, serta dua anak yakni MKS dan MAS.

Mereka datang dari arah Palangka Raya menuju Sampit. Di lokasi kejadian, tersangka mengantuk sehingga mobil keluar jalur ke arah kanan dan tiba-tiba dari arah berlawanan datang truk bak terbuka yang dikemudikan Lindun Sihombing.

Mobil Brio itu terputar dan akibat kejadian tersebut pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka. Sementara korban Minaria Purba dan anaknya MKS meninggal dunia. (NACO/B-11)

Berita Terbaru