PAD Terbesar Kalimantan Tengah dari Pajak Kendaraan

  • Oleh Agus Priyono
  • 20 Mei 2019 - 18:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam fokus group discussion (FGD) publikasi media dalam tiga tahun pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran dan Said Ismail diungkapkan jika pajak menjadi salah satu pendapatan asli daerah (PAD) yang paling besar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Tengah, Kaspinor mengatakan pendapatan terbesar diperoleh dari pajak bahan bakar, pajak kendaraan, dan pajak balik nama kendaraan.

"Pada triwulan 1 kami sudah mencapai target 20 persen dan sudah surplus. Kemudian jika dalam triwulan 2 kita mampu mencapai target, makan itu akan menjadi perubahan yang signifikan," ujar Kaspinor, Senin, 20 Mei 2019.

Pihaknya selalu melakukan imbauan kepada masyarakat umum atau perusahaan untuk segera mengganti nomor kendaraannnya dari non KH menjadi KH.

Perpindahan nomor kendaraan ini ditujukan agar setiap pajak kendaraan yang digunakan investor sebagai kendaraan operasional, atau masyarakat dengan kendaraan pribadinya bisa menjadi PAD tambahan dalam sektor pajak bagi Provinsi Kalteng.

"Kami imbau biar kendaraan operasionalnya masuk di wilayah Kalteng, sehingga pajak kendaraannya masuk dalam PAD Kalteng, bukan daerah lain," tandasnya. (AGUS PRIYONO/ADV/B-6)

Berita Terbaru