Warga Bantaran Sungai Arut Sambut Nuzulul Quran dengan Festival Kriang Kriut

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 24 Mei 2019 - 12:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Bantaran Sungai Arut Kabupaten Kotawaringin Barat sambut Nuzulul Quran dengan Festival Kriang Kriut.

Festival Kriang Kriut rencananya berlangsung pada Sabtu, 25 Mei 2019, malam. Pada malam ke-21 di bulan suci Ramadan.

Kepala Lurah Mendawai Muhammad Zulhadi yang juga sebagai seksi dalam acara festival Kriang Kriut mengatakan, festival ini selain meghidupkan budaya kembali juga sebagai bentuk menyambut malam Nuzul Quran atau malam turunnya Alquran.

"Sebenarnya ini menyambut Nuzulul Quran tepat malam ke-21 puasa di bulan Ramadan," ujarnya, Jumat, 24 Mei 2019.

Kriang Kriut merupakan budaya asli warga Kotawaringin Barat sehingga pemkab mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap melestarikan budaya tersebut.

"Pada awalnya kegiatan ini kami adakan di tingkat kelurahan saja. Ternyata Ibu Bupati sangat mendukung dan tahun ini diadakan tingkat Kabupaten. Ya karena ini budaya kita jadi agar budaya yang postif seperti ini tidak pudar termakan zaman. Meskipun saat ini sudah ada listrik," ungkapnya.

Festival Kriang Kriut nantinya akan dilaksanakan selama lima hari dengan diikuti seluruh masyarakat dari kelurahan Mendawai, Kelurahan Raja, Kelurahan Baru, Kelurahan Mendawai Seberang dan Kelurahan Raja Seberang.

"Seluruh masyarakat bantaran sungai nanti akan ikut merayakan Festival Kriang Kriut ini," kata Zulhadi.

Warga RT 5 Kelurahan Mendawai Nasruni mengungkapkan, Kriang Kriut ini sangat meriah apalagi ditambah dengan suara meriam bambu.

"Ramai nanti, Mas. Apalagi kalau malam jelang buka puasa. Untuk pembukaan besok kami sudah persiapkan," ujarnya.

Kata dia, Kriang Kriut nantinya akan diperlombakan. Untuk saat ini masih diikuti oleh warga yang ada di bantaran sungai, semoga tahun berikutnya bisa lebih meriah dan merata seluruh Kobar.

"Ini dilombakan, jadi tim penilai nanti menilai dari air," pungkasnya. (DANANG/B-2)

Berita Terbaru