Lampu Merah di Perempatan Sampuraga Mati karena Kelebihan Tegangan

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 22 Juni 2019 - 14:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sudah dua minggu lebih lampu merah atau Alat Pemberi Isyarat Lalulintas (APIL) di perempatan Stadion Sampuraga mati total. Ternyata penyebabnya ialah karena kelebihan tegangan listrik.

Hal ini diungkapkan langsung oleh teknisi spesialis traffic light yang didatangkan langsung dari Bandung, Asep (60). Menurut Asep, kerusakan yang terjadi itu karena adanya over tegangan listrik yang menyebabkan software dari traffic light rusak.

"Over tegangan karena pakai listrik, sementara baterainya dilepas belum dipasang, nanti baterainya akan dipasang untuk antisipasi kalau listrik padam," ujarnya, Sabtu, 22 Juni 2019.

Dia menjelaskan, over tegangan bisa terjadi manakala ada petir. Petir menyambar kabel listrik kemudian terjadi tegangan tinggi. 

"Jadi petir itu bukan menyambar alat traffic light, akan tetapi menyambar kabel listrik sehingga terjadi tegangan tinggi dan alatnya rusak, karena software itu sensitif," ungkapnya.

Kata dia, ketika petir menyambar ke kabel listrik maka tegangan listrik akan naik sampai dengan 600 - 700 volt. "Beberapa jenis elektronik seperti TV dan lainya pasti jebol," pungkasnya. (DANANG/B-2)

Berita Terbaru