Ini Alasan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Soal Protes di Kawasan Ikon Jelawat

  • Oleh Naco
  • 23 Juni 2019 - 09:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kotawaringin Timur, Redy Setiawan menyebut tidak paham dengan protes warga yang mengaku sebagai pengelola jasa penyewaan kegiatan anak-anak terdahulu kawasan Ikon Jelawat Sampit.

"Itu urusan pejabat terdahulu dan saya tidak tahu," kata Redy, Minggu, 22 Juni 2019. Sebagai pejabat baru, dia mengaku hanya bertugas membuka kawasan tersebut sesuai arahan bupati. Kawasan itu harus steril.

"Sementara untuk kawasan bisnis kita koordinasikan dengan UMKM di bawah Kadin," tegasnya. Sementara itu adanya kegiatan permainan skalanya terbatas.

Untuk sepeda anak-anak hanya 10 buah, scuter 10 buah, dan sepatu roda juga 10 buah. "Tidak lebih, karena jika lebih membuat jalan macet," kata mantan Kepala Dinas PMD Kotim ini.

Kawasan Ikon Jelawat sebelumnya sempat dikomersilkan bagi kegiatan edukasi dan rekreasi ramah anak. Hasil penyewaan sebagai pendapatan asli daerah yang dikelola pihak ke 3.

Namun belakangan polemik kembali muncul setelah pengelola dan penyewa areal terdahulu tidak dilibatkan lagi. (NACO/B-6)

Berita Terbaru