Karyawan Pelindo Tewas Dikeroyok Ternyata Mau Menikah

  • Oleh Naco
  • 02 Juli 2019 - 16:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Agri Deva Aminudin, karyawan Pelindo Sampit yang tewas dikeroyok ternyata tidak lama mau melangsungkan pernikahannya.

"Korban bujangan, tapi mau menikah," kata saksi Setiadi rekan korban di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit yang diketuai Ega Shaktiana, Selasa, 2 Juli 2019.

Korban tewas dikeroyok oleh terdakwaA D alias Dik, MRW alias Ma dan AMS alias An.

Kejadian itu pada Sabtu, 16 Februari 2019 di Jalan Cilik Riwut KM 3,5 Simpang 4 Hotel Wella Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Saat itu para korban baru saja pulang dari THM dan juga dalam pengaruh miras

AD dan MRW merupakan warga asal Desa Tumbang Mangkup, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sedangkan AMS merupakan warga Jalan Gunung Arjuno, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

AD adalah eksekutor yang memukul korban dengan helm hingga terjatuh kemudian diinjak. Korban dipukul dengan balok sebanyak tiga kali hingga tewas. Sementara Ai sempat mendorong korban setelah ia melihat kerah baju Mt dipegang oleh korban.

"Korban meninggal karena dipukul dengan helm sekitar empat kali dan dengan balok, sempat mau dirujuk ke Palangka Raya, namun meninggal di perjalanan," tutur Setiadi.

Sementara para terdakwa mengaku menganiaya korban setelah diteriaki dengan kata-kata kasar. Saat ke TKP mereka mengaku dipukul duluan.

"Lalu saya pukul dengan helm dan ada balok dekat korban saya pukul dengan balok lalu kami kabur," ucap terdakwa AD.

Hingga kini diakui terdakwa tidak ada perdamaian dengan korban. Itu juga dibenarkan oleh saksi. "Berdamai, minta orang tua kalian datang ke kediaman korban. Namun proses hukum tetap jalan," tegas Ega. (NACO/B-2)

Berita Terbaru