Kontradiksi Membakar Lahan Harus Ada Solusi

  • Oleh Testi Priscilla
  • 29 Juli 2019 - 09:52 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bicara soal penindakan, membakar lahan di musim kemarau memang dilarang. Namun harus diakui menurut Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto bahwa hingga saat ini ada kontradiksi aturan ini.

"Tetap masih ada kontradiksi di dalam masyarakat yang memiliki kebiasaan menanam dengan melakukan pembakaran," kata Sigit kepada Borneonews pada Senin, 29 Juli 2019.

Dirinya meminta pemerintah mencari cara lain yang dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam membuka lahan. Masyarakat diminta untuk bersikap bijak demi kenyamanan bersama.

"Apakah tidak ada solusi yang lain, dengan diroundap saja misalnya. Itu yang harus disosialisasikan dengan masyarakat," tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebut bahwa pemerintah kota (Pemko) tampaknya sudah perlu mencari dan mempelajari alat pemadam kebakaran model terbaru.

"Saran saya untuk pemko, ada alat pemadam model baru yang menempel di badan. Jadi alatnya itu gendong tapi bisa langsung menyemprotkan air. Kisaran air yang bisa dibawa pada alat itu berkisar antara 30-60 liter," katanya.

Ia meminta BPBD menganalisis itu. "Kalau memang representatif kenapa tidak kita coba juga. Untuk pengadaan awal bisa diberikan masing-masing 10 alat untuk semua kelurahan yang ada di Palangka Raya," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-2)

Berita Terbaru