Kemesraan AS-China Bisa Dongkrak Harga CPO  

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 13 Agustus 2019 - 06:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasar komoditas, khususnya minyak sawit, memasuki pekan ini dengan harapan mampu mempertahankan laju positif seperti yang terjadi selama sepekan lalu. 

Saat ini pasar tengah dibuai oleh sejumlah sentimen positif, yang diestimasi mampu menjaga gerak positif harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka padaperdagangan Senin (12/8/2019).

"Beberapa sentimen positif yang terjadi pekan lalu telah mendorong harga CPO melesat 5,6%, dan mencapai level tertinggi sejak 22 April lalu. Aura positif itu diharapkan berlanjut hari ini," kata seorang pelaku pasar di Jakarta. 

Untuk diketahui, harga CPO mencatat kenaikan dalam lima sesi berturut-turut sepekan lalu. 

Harga CPO kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMDEX) pada akhir pekan lalu ditutup di level RM2.179 per ton (US$520,92).

Pasar saat ini tetap berharap hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China kembali mesra. Sentimen positif selanjutnya adalah kenaikan ekspor Malaysia, yang membuat harga komoditas ini terdongkrak naik.

Seperti disebutkan Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, bahwa Presiden AS Donald Trump masih ingin melanjutkan dialog dagang dan membuka kemungkinan untuk memberi ruang pada pelonggaran bea impor produk China.

Pernyataan Kudlow itu memberi sinyal bahwa dialog dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia masih belum usai dan bisa jadi hasilnya positif.

Merespon hal tersebut, harga minyak kedelai AS melesat naik, dan turut mengerek harga CPO. Sepanjang pekan lalu, harga minyak kedelai AS mencatat kenaikan sebesar 4,5%. (NEDELYA RAMADHANI/m)
 

Berita Terbaru