Santri di Kotawaringin Timur Gelar Doa Bersama Minta Turun Hujan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 13 Agustus 2019 - 18:56 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Musim kemarau melanda Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga memicu kemunculan kebakaran hutan dan lahan. Terkait itu, ratusan santri Pondok Pesantren Darul Amin menggelar doa bersama minta turun hujan. 

"Ini upaya kami untuk bersama-sama meminta kepada Allah agar diturunkan hujan. Karena sudah hampir sebulan terakhir ini Kotim dilanda kemarau," kata Pengasuh Pondok Pesanren Darul Amin Sampit, Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar, Selasa, 13 Agustus 2019. 

Dengan doa bersama tersebut, mereka berharap bisa diijabah Allah SWT. Sehingga karhutla yang terjadi daerah ini bisa menghilang.

Doa bersama itu digelar bersamaan dengan sosialisasi pengelolaan lahan gambut tanpa dibakar dari Badan Restorasi Gambut. Hal itu dilakukan secara khusyuk santri serta tamu undangan.

"Mudah-mudahan doa kami semua dikabulkan Allah SWT. Dan Kotim serta Kalteng, bisa terbebas dari karhutla dan kabut asap," harap Ustadz Rayyan.

Selain itu, Ustadz Rayyan juga berharap, santri agar bisa menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan di tengah kehidupan bermasyarakat. Dengan harapan, ke depan tidak ada lagi karhutla terjadi di Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru