Kekeringan Ganggu Proses Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 14 Agustus 2019 - 17:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kekeringan dampak kemarau menjadi kendala dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Yakni, kesulitan mendapatkan pasokan air.

"Kekeringan yang sudah mulai terjadi sangat berpengaruh terhadap pemadaman karhutla," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusuf, Rabu, 14 Agustus 2019. 

Kekeringan tersebut membuat petugas sulit mencari sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kendati demikian, satgas terus berupaya maksimal agar kebakaran lahan bisa dipadamkan. 

"Saat ini kami terus waspada karhutla. Tim terus patroli dan melakukan pendingin dan upaya pemadaman terhadap lahan yang terbakar," terang Yusuf. 

Sementara, dalam beberapa hari terakhir ini, kebakaran lahan di Kotim sudah mulai berkurang. Bahkan hostpot juga mengalami penurunan. Begitu juga dengan kualitas udara yang sudah berangsur normal. 

"Kami juga berharap agar hujan segera turun. Sehingga kebakaran lahan yang terjadi bisa padam, dan kabut asap tidak terjadi lagi di Kotim ini," harap Yusuf. (MUHAMMAD HAMIM/) 

Berita Terbaru