Wabup Barito Utara Beberkan Dampak Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

  • Oleh Ramadani
  • 14 Agustus 2019 - 19:56 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh -  Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan kerugian secara ekologi, ekonomi, sosial mapun budaya. Dan itu sulit dihitung besarannya.

Kerugian secara ekologi seperti kerusakan tanah, hilang atau berkurangnya serta menurunnya keanekaragaman hayati, berubahnya pola tatanan air, berubahnya iklim mikro maupun iklim global atau pemanasan global, dan penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

“Dampak ikutannya gangguan terhadap kesehatan manusia dan dunia transportasi. Seperti penyakit ISPA, asma, pneumonia, iritasi mata, dan lain-lain,” kata Sugianto pada sosialisasi kebijakan pencegahan karhutla di aula Kecamatan Teweh Tengah, Rabu 14 Agustus 2019.

Sedangkan, dampak dari kabut asap terjadap bidang transportasi yaitu dapat mengganggu jarak pandang dalam dunia penerbangan.

Mengingat karhutla dapat menimbulkan dampak cukup besar, maka setiap orang, kelompok, hingga korporasi, dalam melakukan kegiatan usahanya dilarang membuka lahan dengan cara membakar.

Apalagi, ada arahan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Tepatnya, ada 4 poin yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, mempriopritaskan kegiatan pencegahan melalui patroli terpadu dan diteksi dini titik panas atau hotspot. Kedua, segera tanggap bila muncul hotspot. Ketiga, segera padamkan bila memang ada api. Dan keempat, penegkan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan untuk memberi efek jera. (RAMADHANI/B-11)

Berita Terbaru