Terdakwa Curanmor Sebut Rekannya yang Meninggal Otak Pencurian

  • Oleh Naco
  • 16 Agustus 2019 - 13:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sap, tidak menyangkal kalau ikut mengambil motor Honda Scoopy milik Saini Amarta. Namun ia membantah sebagai otak pelaku pencurian. Ia menyebut otak kasus itu rekannya SH yang sudah meninggal dunia.

"Saya hanya ikut-ikutan, SH yang mengajak," kata Saprudin, Jumat, 16 Agustus 2019 di Pengadilan Negeri Sampit menanggapi keterangan saksi.

Perbuatan itu dilakukan Sap dan SH pada Selasa, 8 Mei 2019 sekitar pukul 19.15 WIB Jalan Ahmad Yani Sampit atau di sekitar lingkungan sekolah Muhammadiyah.

"Saat itu saya yang membawanya mengantar anak salat, baru sebentar saya tinggal sudah hilang," kata Tasmiyatul istri Saini saat jadi saksi.

Hingga ia memberitahukan suaminya. Saini bersama rekannya melakukan pencarian dan menemukan terdakwa membawa motor itu, oleh warga sekitar pelaku diamankan.

Dalam kasus ini Saprudin diproses ke Pengadilan Negeri Sampit. Sementara rekannya SH perkaranya dihentikan lantaran yang bersangkutan meninggal dunia saat diproses dalam kasus itu. (NACO/B-5)

Berita Terbaru