Pilkades Serentak di Kotawaringin Timur Ditunda Karena Keterbatasan Anggaran

  • Oleh Naco
  • 20 Agustus 2019 - 16:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo mengatakan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak digelar tahun 2020.  Awalnya memang akan digelar di tahun 2019 ini, namun karena keterbatasan anggaran, pemkab pun menunda pelaksanaannya.

"Mseki ditunda tidak masalah. Selain itu saya kira untuk pelaksanaan tidak masalah lagi, karena pemerintah sudah pernah melakukanya dan berjalan dengan sukses untuk kedua kalinya,” kata Handoyo, Selasa, 20 Agustus 2019.

Pilkades serentak memerlukan dana sekitar Rp 4 miliar. Namun saat ini masih kekurangan anggaran sekitar Rp 3 miliar. Di APBD perubahan 2019 lalu, hanya dianggarkan Rp 1 miliar untuk tahapan pelaksanaan.

“Kalau total dana yang diperlukan sekitar Rp 4 miliar, masih kurang Rp 3 miliar. Di APBD perubahan hanya mampu diberikan Rp 1 miliar. Mudah-mudahan di APBD murni bisa ditutupi Rp 3 miliar itu," tukas Handoyo.

Pilkades serentak tersebut rencananya digelar di 45 desa pada 17 kecamatan di Kotim. Namun belum diketahui secara pasti tanggal pelaksanaannya.

Meski bersamaan dengan Pilkada 2020 nanti, Handoyo berharap agar Pilkades Serentak ini bisa dijadwalkan lebih awal. Adapun pilkada rencananya digelar di bulan September.

Sebelumnya, Pilkades Serentak prdana digelar pada 2017 pada 77 desa. Kemudian Pilkades Serentak kedua digelar pada 2018 di 48 desa.(NACO/B-11)

Berita Terbaru